Rupiah Terus Turun hingga Rp15.945 per Dolar AS

  • 03 Des 2024 17:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (3/12/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,25 persen atau 40 poin ke posisi Rp15.945 per dolar AS.

Pelaku pasar tampaknya masih menunggu perkembangan kebijakan bank sentral AS, The Fed, khususnya terkait pemangkasan suku bunga. Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, akan menyampaikan pernyataan pada pekan ini.

"The Fed juga akan mengadakan pertemuan terakhir pada tahun ini," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi. Menurut dia, bank sentral AS itu diperkirakan bakal menurunkan suku bunga hingga 25 basis poin.

Baca juga: Indeks Dolar Naik Lagi, Rupiah Diperkirakan Makin Melemah

Saat ini masih terlihat perbedaan pandangan di antara para pejabat The Fed. Anngota Dewan Gubernur The Fed, Christopher Waller, cenderung mendukung pemotongan suku bunga pada bulan ini.

Presiden The Fed Atlanta, Raphael Bostic, sebaliknya menyatakan pihaknya masih perlu mempertimbangkan data-data pekerjaan yang akan datang. Pada November 2024, AS masih akan merilis data penggajian pekerja nonpertanian.

Faktor eksternal lain yang mempengaruhi sentimen pasar keuangan adalah perkembangan di Tiongkok. Pelaku pasar masih menunggu isyarat lebih lanjut dari dua pertemuan politik pada Desember 2024.

Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, tentang kondisi global yang mesti diwaspadai. Karena itu diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan dalam memitigasi dan mengantisipasi ketidakpastian.

"Sumber ketidakpastian di antaranya eskalasi ketegangan geopolitik, stabilitas harga komoditas dan rantai pasok," ujarnya. Selain itu masih ada faktor berupa arah kebijakan negara-negara maju pasca-terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....