Rupiah Berpeluang Lanjutkan Penguatan Akibat Tekanan Dolar Melemah

  • 29 Nov 2024 10:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan penguatan, akibat tekanan dari indeks dolar Amerika Serikat (AS) menurun. Rupiah telah naik 0,40 persen atau 63 poin ke posisi Rp15.871 per dolar AS, Kamis pekan ini.

"Posisi Indeks dolar AS pagi ini menurun lagi menjadi 105,93. Indeksnya lebih rendah dari posisi pagi kemarin di 106,20," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Jumat (29/11/2024).

Baca juga: Sesuai Prediksi Analis, Rupiah Terdongkrak 63 Poin

IHSG Jatuh ke Level 7.200 pada Akhir Perdagangan

Baginya, pelemahan indeks dolar mungkin terjadi karena meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga acuan AS di Desember. Survei CME mencatat, peluangnya menjadi sekitar 70 persen dari sebelumnya 59 persen.

"Kenaikan peluang ini terjadi setelah data inflasi AS PCE Price Index menunjukkan tingkat inflasi yang stabil. Angkanya di bawah 2,5 persen, sehingga pasar memperkirakan inflasi masih berpeluang turun lagi," ujar Ariston.

PCE Price Index adalah salah satu indikator kunci yang digunakan untuk mengukur tingkat konsumsi di suatu negara. Data ini dirilis setiap bulan Bureau of Economic Analysis (BEA) AS, sebagai salah satu indikator tingkat inflasi.

Market di AS pada Kamis kemarin libur perayaan Thanksgiving hingga akhir pekan ini. Hal ini juga membantu memberikan tekanan ke dolar, sementara belum ada data ekonomi baru dari AS.

Ariston memperkirakan, potensi penguatan rupiah hari ini ke arah Rp15.820-15.800. Adapun potensi resisten di kisaran Rp15.900 per dolar AS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....