Sempat Turun Tajam, IHSG Diperkirakan Naik Lagi

  • 07 Nov 2024 08:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pergerakan indeks saham diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen pemangkasan suku bunga The Fed dan Pilpres di Amerika Serikat. Perkiraan analis BNI Sekuritas, IHSG akan berbalik menguat (rebound) hari ini.

"IHSG berpotensi teknikal rebound hari ini, dengan optimisme pemangkasan suku bunga The Fed sebesar rate 25 basis poin. Level support IHSG di rentang 7300-7380, dan level resist antara 7430-7.500," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis (7/11/2024).

Baca Juga :

Pasar Khawatir Kemenangan Trump, IHSG Terkoreksi 108 Poin

Pada penutupan Rabu kemarin, IHSG turun tajam 1,44 persen. Para investor asing melakukan aksi jual begitu melihat hasil sementara pilpres AS.

"Net sell (jual bersih) asing mencapai 1,09 triliun setelah Trump terpilih sebagai presiden US. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, dan TLKM," ujar Fanny

Indeks harga saham di Wall Street, Amerika Serikat, kompak mencapai rekor tertinggi Setelah Trump terpilih kembali. Dow Jones melesat 3,6 persen, S&P 500 meningkat 2,5 persen, dan Nasdaq Composite melonjak hampir 3 persen.

"Kemenangan Trump membawa dorongan besar bagi saham-saham yang diperkirakan menguntungkan dari kebijakannya. CEO Tesla, Elon Musk dikenal sebagai pendukung Trump, mencatat kenaikan saham lebih dari 14 persen," ucap Fanny.

Tak terkecuali saham perusahaan media sosial Trump Media & Technology Group naik 5,8 persen. Saham perbankan juga mengalami kenaikan, JPMorgan Chase misalnya, naik hingga 11,5 persen dan Wells Fargo melonjak 13 persen.

Sementara bursa saham Asia-Pasifik mayoritas menghijau di tengah penghitungan suara yang sedang berlangsung di pilpres AS. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak 2,61 persen dan Topix melesat 1,94 persen.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,83 persen dan Straits Times Singapura menguat 0,60 persen. Sedangkan, indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong terdepresiasi 2,23 persen dan KOSPI Korea Selatan turun 0,52 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....