Hasil Sementara Pilpres AS Membuat Rupiah Makin Tertekan

  • 06 Nov 2024 17:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (6/11/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,53 persen (84 poin) ke posisi Rp15.832 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pasar bersiap menghadapi kemenangan Donald Trump pada Pilpres AS. Hal itu kemungkinan akan membuat suku bunga tetap tinggi, dolar semakin kuat, dan imbal hasil obligasi AS naik.

“Trump berhasil mengungguli Kamala Harris pada perolehan suara awal di negara-negara bagian yang menjadi penentu," ujarnya. Namun, lanjut dia, penghitungan suara masih jauh dari selesai.

Baca juga: Rupiah Dibuka Anjlok Menyentuh Rp15.800/Dolar AS

Kemungkinan kemenangan Trump diperkirakan akan berpengaruh pada perekonomian Tiongkok. Ini karena kampanyenya yang menyebutkan bakal mengenakan tarif perdagangan tinggi pada negara itu.

"Hal itu bisa menimbulkan tekanan pada perekonomian Tiongkok," ucap Ibrahim. Sementara negara itu masih bergulat dengan deflasi dan penurunan pasar properti yang berkepanjangan.

Selain perolehan suara pilpres, pelaku pasar juga sedang fokus pada pertemuan The Fed pekan ini. Pasar masih memperkirakan bank sentral AS itu kemungkinan hanya akan memangkas 25 basis poin suku bunganya.

Sementara di dalam negeri, Ibrahim mencermati pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melandai pada triwulan III 2024. Ini tidak terlepas dari melemahnya konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Jika dilihat berdasarkan pengeluaran, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,91 persen," ujarnya. Padahal, konsumsi rumah tangga pada triwulan III tumbuh sekitar 5 persen.

Penurunan konsumsi rumah tangga dipengaruhi faktor musiman. Di mana pada triwulan III tidak ada perayaan hari besar keagamaan maupun liburan sekolah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....