BEI Optimis Review MSCI Positif terhadap Pasar Modal Indonesia
- 13 Agt 2026 00:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik optimis terhadap penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI)
- Hasil review, menurut Jeffrey, sepenuhnya adalah kewenangan MSCI. Apakah MSCI akan meng-inklusi, mengeksekusi, mem-freeze atau meng-unfreeze
- Pada bulan Juli kemarin, MSCI menyatakan bahwa saham-saham di BEI akan absen dari inklusi
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik optimis terhadap penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga penyedia indeks global itu, akan merilis hasil tinjauan indeks nya yang terbaru Kamis dinihari waktu Indonesia.
"MSCI dalam laporan terakhirnya sudah meng-acknowledge apa yang kita lakukan dan memberikan apresiasi," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik dalam keterangan pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. Apa yang dilakukan BEI adalah reformasi dan transparansi pasar modal Indonesia sesuai tuntutan MSCI.
Hasil review, menurut Jeffrey, sepenuhnya adalah kewenangan MSCI. Apakah MSCI akan meng-inklusi, mengeksekusi, mem-freeze atau meng-unfreeze.
"Kami, menghormati kewenangan itu. Tetapi dalam komunikasi kami menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan, dan itu tentu akan diperhatikan MSCI," ujar Jeffrey.
BEI, tambahnya, berkomitmen dan konsisten melakukan perbaikan. Harapannya, MSCI dan penyedia indeks global lainnya memberikan keputusan terbaik bagi pasar modal Indonesia.
Pada bulan Juli kemarin, MSCI menyatakan bahwa saham-saham di BEI akan absen dari inklusi. Artinya tidak ada penambahan konstituen baru dari saham-saham Indonesia ke dalam indeks global MSCI.
MSCI juga mengatakan menahan adanya kenaikan kelas saham-saham Indonesia ke level indeks yang lebih tangga. Disamping itu, MSCI menegaskan akan mempertahankan seluruh perlakuan khusus terhadap pasar modal Indonesia.
MSCI menerapkan perlakuan khusus terhadap pasar modal Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026. Perlakuan khusus diterapkan karena MSCI menilai transparansi pasar modal Indonesia yang masih lemah.
Selain itu, MSCI juga mencermati saham-saham di pasar modal Indonesia, yang dikuasai. sekelompok investor tertentu. MSCI bahkan mengancam akan menurunkan level pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market, jika BEI gagal melakukan reformasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....