Rupiah Diperkirakan Berisiko Melemah, Ini Penyebabnya
- 31 Okt 2024 09:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah diperkirakan berisiko melemah terhadap dolar AS hari ini. Setelah pada Rabu kemarin rupiah menguat 0,42 persen atau 66 poin ke posisi Rp15.704 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis semalam. "Data yang dirilis menunjukkan hasil yang beragam," ucapnya Kamis (31/10/2024).
Baca Juga:
Tekanan Dolar Berkurang, Rupiah Naik 66 Poin
ISEF 2024 Wujudkan Eksyar Sebagai Model Bisnis Baru
Data tenaga kerja versi Automatic Data Processing (ADP) bulan Oktober menunjukkan penambahan jumlah di atas proyeksi. Ini artinya data tenaga kerja masih bagus.
Tapi, data pertumbuhan ekonomi (PDB) Amerika Serikat triwulan III-2024 menunjukkan pertumbuhan yang di bawah ekspektasi pasar. Hal tersebut terlihat dari komponen harganya juga menurun.
"Jadi dua data itu saling bertolak belakang. Pasar juga masih menantikan data penting lainnya seperti data indikator inflasi AS yang akan dirilis nanti malam," kata Ariston.
Sementara data tenaga kerja AS versi pemerintah, baru akan dirilis besok malam untuk mendapatkan petunjuk selanjutnya. Data-data tersebut penting karena menjadi pertimbangan bank sentral AS, The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya.
"Dari data-data di atas, The Fed kemungkinan akan mengambil kebijakan pemangkasan suku bunga yang lebih kecil. Sehingga masih ada peluang dolar AS untuk menguat terhadap nilai tukar lainnya termasuk rupiah," ujar Ariston.
Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah adalah ketegangan di Timur Tengah. Termasuk peluang kemenangan Trump dalam pilpres AS.
"Hari ini potensi pelemahan rupiah ke arah Rp15.730. Sedangkan peluang support di sekitar Rp15.650 per dolar AS," ujar Ariston menutup analisisnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....