Pilpres AS Makin Dekat, Rupiah Kembali Turun
- 29 Okt 2024 17:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga penutupan perdagangan Selasa (29/10/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,30 persen atau 46,5 poin ke posisi Rp15.770 per dolar AS.
Semakin ketatnya persaingan Donald Trump dan Kamala Harris menuju kursi Presiden AS mendominasi sentimen pasar. "Jajak pendapat dan pasar memprediksi Trump unggul pada pilpres 5 November 2024," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi.
Baca juga: Rupiah Berisiko Melemah Tertekan Penguatan Dolar AS
Pasar di AS juga menunggu rilis Produk Domestik Bruto kuartal ketiga 2024 pada Kamis (31/10/2024). Sedangkan indeks harga belanja personal (PCE) dan penggajian pekerja non-pertanian akan dirilis Jumat (1/11/2024).
Pasca-serangan Israel yang gagal ke Iran, tensi geopolitik di Timur Tengah masih tinggi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan negaranya akan "menggunakan semua alat yang tersedia" untuk menghadapi Israel.
Selain itu, pasar menunggu isyarat ekonomi lebih lanjut dari Tiongkok. Ini setelah langkah stimulus terbaru Beijing gagal mendorong kepercayaan pasar pada pemulihan ekonomi.
Pasar sekarang fokus pada indeks manajer pembelian Tiongkok. PMI manufaktur tersebut akan dirilis pada Kamis (31/10/2024) dan menjadi isyarat lebih lanjut kondisi perekonomian negara itu.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati usulan Komisi XI DPR mengenai sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU). Setidaknya ada sembilan RUU yang diusulkan masuk daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2029.
"Salah satunya RUU Penghapusan Piutang Negara dan RUU Keuangan Negara," ujarnya. Menurut Ibrahim, usulan tersebut mencuat dalam rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR pada Senin (28/10/2024).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....