Rupiah Berisiko Melemah Tertekan Penguatan Dolar AS

  • 29 Okt 2024 09:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih berisiko melemah lagi hari ini, karena indeks dolar AS masih kuat. Rupiah turun 0,50 persen atau 77 poin ke level Rp15.724 rupiah per dolar AS, Senin pekan ini.

"Pagi ini indeks dolar AS masih di atas level 104. Artinya dolar AS masih relatif kuat dibandingkan nilai tukar lainnya," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Selasa (29/10/2024).

Baca juga: Pasar Buru Dolar AS, Rupiah Turun Lagi

Sampai hari ini, tambah Ariston, belum ada data-data ekonomi baru yang dirilis. Pelaku pasar masih mengamati perkembangan di Timur Tengah pascaserangan Israel ke Iran dan Lebanon.

"Potensi ekskalasi ketegangan di Timur Tengah masih terbuka. Selain itu, pasar juga masih mengantisipasi kemenangan Donald Trump di pemilu Presiden Amerika Serikat pekan depan," ujarnya.

Pasar melihat jika Trump menang, akan kembali memicu perang dagang. Hal ini bisa memberikan sentimen negatif ke perekonomian global, sehingga dolar pun menjadi alternatif aset aman.

Selanjutnya, pasar menunggu serangkaian data tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut menjadi indikator kesehatan ekonomi Negeri Paman Sam itu.

"Data yang lebih positif bisa mendorong penguatan dolar AS lagi. Karena mengurangi peluang pemangkasan suku bunga acuan AS," kata Ariston.

Ariston memperkirakan potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp15.760. Adapun potensi support di sekitar Rp15.670 per dolar AS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....