IHSG Berpeluang Naik Meski Dibuka Melemah Hari Ini

  • 29 Okt 2024 09:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan hari ini. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, IHSG dibuka turun ke level 7.625 dibandingkan penutupan Senin kemarin di level 7.634.

IHSG ditutup melemah karena masih terjadi net sell (jual bersih) asing sebesar Rp356 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BUKA, SMGR, dan BBCA.

"Hari ini IHSG berpotensi rebound (berbalik menguat) hari ini. Meski penguatannya terbatas setelah terkoreksi sebesar dua persen dalam 3 hari terakhir," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (29/10/2024).

Baca Juga : Modal Asing Banyak Keluar, IHSG Anjlok ke 7.634

Pergerakan IHSG hari ini, tambah Fanny, di level support antara 7.560-7.630. Sedangkan level resist di rentang 7.700-7.750.

Pergerakan indeks saham di bursa global menguatnhingga penutupan perdagangan Senin kemarin. Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat menguat karena menunggu rilis laporan keuangan perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar (megacap).

Sentimen pasar juga dipengaruhi pilpres di AS yang makin dekat serta perkembangan di Timur Tengah. "Pasokan energi tidak terganggu oleh perkembangan di Timur Tengah selama akhir pekan, membuat sentimen pasar meningkat," ucap Fanny.

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,27 persen, Nasdaq Composite bertambah 0,26 persen, Dow Jones Industrial Average meningkat 0,65 persen. "Sebagian besar dari kelompok tujuh perusahaan teknologi megacap telah mendorong Wall Street mencapai level tertinggi sepanjang masa," ujar Fanny.

Indeks saham bursa di Asia-Pasifik juga cenderung menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang dan Topix naik di tengah ketidakpastian politik di Negeri Matahari Terbit itu.

Partai oposisi di Jepang berhasil meraih kenaikan signifikan pada pemilu Jepang dan memberikan sentimen positif ke pasar. Indeks Nikkei 225 meningkat 1,82 persen dan Topix naik 1,51 persen.

Indeks saham lainnya, Kospi Korea Selatan naik 1,13 persen, S&P/ASX 200 menguat 0,12 persen. Hang Seng di Hong Kong naik tipis 0,04 persen, sedangkan Straits Times Singapura turun 0,11 persen.

Pasar menantikan rilis Purchasing Managers' Index (PMI) Manufacturing Tiongkok yang akan dirilis Kamis lusa. PMI Manufaktur Tiongkok diperkirakan akan meningkat dari 49,8 menjadi 50,1 atau dari level kontraksi menjadi ekspansif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....