Pasar Sepi Katalis, Rupiah Kembali Melemah

  • 25 Okt 2024 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sesuai prediksi para analis, nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah turun 0,40 persen (62,50 poin) ke posisi Rp15.646 per dolar AS.

Pasar hari ini sepi katalis, namun Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi menyebut perkembangan pilpres masih mendominasi sentimen pasar. Termasuk gejolak di Timur Tengah di tengah upaya Barat mendorong gencatan senjata.

“Dari jajak pendapat dan prediksi pasar, Donald Trump terlihat mengungguli Kamala Haris. Sementara pejabat AS dan Israel melakukan perundingan untuk melakukan gencatan senjata,” kata Ibrahim, Jumat (25/10/2024).

Baca Juga :

Rupiah Berisiko Melemah Akibat Rilis Klaim Pengangguran AS

Kemenperin Pantau Peredaran iPhone16 di Indonesia

Menlu AS Antony Blinken mendorong Israel melakukan gencatan senjata, setelah entitas Zionis itu mengancam akan menyerang Iran. Di saat yang sama, militer Israel masih melakukan serangan mematikan ke Lebanon.

Setelah data klaim pengangguran AS, belum ada data ekonomi yang menjadi katalis bagi pergerakan mata uang dolar AS. Tapi di Eropa berkembang spekulasi bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan menyetujui pemangkasan suku bunga lebih besar.

“Pelaku pasar juga berupaya mendapakant komenter tentang kebijakan moneter ke depan. Terutama dari pejabat IMF dan Bank Dunia yang sedang melakukan pertemuan tahunan selama dua hari ini,” ucap Ibrahim.

Kondisi internasl juga masih landai, sementara para menteri Kabinet sedang melaksanakan pembekalan militer di Magelang. Dari analisis Ibrahim terlihat, secara umum kondisi pasar keuangan dan perekonomian domestik masih terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....