Rupiah Melemah 62 Poin, Tertekan Konflik Geopolitik
- 02 Okt 2024 17:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah ditutup turun terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,41 persen (62 poin) ke posisi Rp15.268 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah tertekan karena sentimen konflik geopolitik. "Ada kekhawatiran akan pecah perang yang lebih luas setelah Iran menembakkan ratusan rudal balistiknya ke Israel," kata Ibrahim, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga : Rupiah Berisiko Melemah karena Tekanan Eksternal
Israel dan Israel pun melontarkan pernyataan akan membalas setiap serangan. Pernyataan Joe Biden untuk mendukung penuh Israel, makin memperkeruh situasi.
"Selain ke Timur Tengah, fokus pasar juga tertuju pada data penggajian swasta Amerika Serikat. Perselisihan perburuhan di pelabuhan AS termasuk yang menjadi perhatian pasar saat ini," ucap Ibrahim.
Pekerja dermaga di Pantai Timur dan Gulf Coast sedang melakukan aksi mogok berskala besar. Akibatnya, aktivitas pengiriman barang lewat laut berkurang hampir setengahnya.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati data manufaktur Indonesia yang masih di level kontraksi, meski angkanya meningkat. S&P Global melaporkan Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia di level 49,2 pada September 2024.
Indeks manufaktur tersebut meningkat dibandingkan bulan Agustus yang sebesar 48,9. Tapi karena angkanya masih kurang dari 50, maka kondisi manufaktur masih melambat.
"Lesunya kondisi manufaktur tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain. Seperti Tiongkok dan Australia yang juga masuk di zona kontraksi," ujar Ibrahim
Indeks manufaktur Indonesia yang naik di bulan September masih lebih baik. "Hal ini juga menunjukkan optimisme pelaku usaha dibandingkan beberapa bulan lalu," kata Ibrahim menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....