Rupiah Berisiko Melemah karena Tekanan Eksternal

  • 02 Okt 2024 10:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berisiko melemah lagi hari ini, karena tekanan faktor eksternal. Rupiah tercatat menurun 0,44 persen (66 poin) ke posisi Rp15.206 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa kemarin.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat negatif. "Indeks saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa juga ditutup turun pada Selasa kemarin," katanya, Rabu (2/10/2024).

Baca juga: Rupiah Turun Makin Dalam sampai 66 Poin

Ia menambahkan, serangan Iran ke Israel yang menaikan ketegangan di Timur Tengah juga dapat membuat rupiah melemah. Sebab, serangan tersebut memicu aksi _safe haven_ (tren pelarian modal ke aset-aset yang lebih aman) oleh pelaku pasar.

"Tapi pagi ini, kondisi tidak terlalu negatif di pasar. Indeks pasar Asia sebagian bergerak menguat dan nilai tukar nya juga menguat terhadap dolar AS," ujar Ariston.

Ia menilai, kondisi di Asia itu mungkin bisa menahan rupiah tidak terlalu melemah. "Pasar mungkin melihat kalau Iran tidak akan mendapat dukungan internasional bila terjun dalam perang," ucap Ariston.

Dia memperkirakan, rupiah mungkin melemah lagi hari ini ke arah Rp15.250. Adapun potensi penguatan ke arah Rp15.180 per dolar AS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....