Rupiah Turun Makin Dalam sampai 66 Poin

  • 01 Okt 2024 18:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta : Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini, Selasa (1/10/2024). Pelemahannya bahkan lebih dalam dibandingkan saat penutupan pada Senin kemarin.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah hari ini turun 0,44 persen (66 poin) ke posisi Rp15.206 per dolar AS. Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell.

“Powell menegaskan bahwa bank sentral kemungkinan akan mempertahankan penurunan suku bunga seperempat poin persentase ke depannya. Tapi pelaku pasar tetap yakin The Fed akan kembali memangkas suku bunga dalam pertemuan bulan November mendatang,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Selasa (1/10/2024).

Baca Juga : Analis: Rupiah Masih Konsolidasi, Tunggu Kejelasan Data Ekonomi

Tetapi pelaku pasar menurunkan ekspektasi pemangkasan sebesar 50 basis poin, dari 53,3 persen menjadi 35,4 persen. Penurunan ekspektasi itu terlihat dari pengukuran CME Fedwatch Tool.

Setelah ini, pelaku pasar masih akan mencermati rangkaian data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini. Di antaranya data indeks manufaktur dan jasa serta data pekerjaan bulanan.

Situasi di Timur Tengah yang kian memanas juga mempengaruhi sentimen pasar. Menyusul tindakan zionis Israel melakukan serangan darat ke Lebanon.

Dari dalam negeri, rilis data inflasi bulan September 2024 menjadi perhatian pelaku pasar. Laporan BPS menyebutkan, secara tahunan masih terjadi inflasi sebesar 1,84 persen, sedangkan secara bulanan terjadi deflasi 0,12 persen.

“Sekitar 20 analis sebelumnya memproyeksikan inflasi tahunan, terendah 1,80 persen dan tertinggi 2,2 persen. Secara bulanan para ekonomi memang memprediksi masih akan deflasi di bulan September,” ujar Ibrahim menutup analisisnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....