Penguatan Rupiah Tertahan oleh Memanasnya Konflik Timur Tengah
- 30 Sep 2024 18:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan sore ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah melemah 0,10 persen (15 poin) ke posisi Rp15.140 per dolar AS.
“Penguatan rupiah tertahan karena sejumlah faktor, diantaranya konflik di Timur Tengah. Serta sikap wait and see pasar terhadap kebijakan moneter The Fed,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Senin (30/9/2024).
Di Timur Tengah, konflik makin memanas setelah entitas Israel melakukan serangan ke kelompok Houthi di Yaman. Sebelumnya, entitas zionis itu melakukan serangan ke kelompok Hizbullah di Lebanon.
Baca Juga : Rupiah Berpeluang Menguat Karena Gejolak Timur Tengah
AS mengisyaratakan akan ikut campur dalam konflik tersebut, jika Iran menargetkan kepentingan AS di Timur Tengah. “Washington akan mengambil setiap tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat kami,” kata Ibrahim mengutip pernyataan Menteri Perrtahanan AS Llyod Austin.
Di sisi lain, pasar menunggu Ketua The Fed Jerome Powell memberikan petunjuk tentang kecepatan pelonggaran moneter bank sentral. Selain itu, AS masih akan merilis data lowongan kerja dan perekrutan swasta, serta indeks manufaktur dan jasa.
Di Timur Tengah, konflik makin memanas setelah entitas Israel melakukan serangan ke kelompok Houthi di Yaman. Sebelumnya, entitas zionis itu melakukan serangan ke kelompok Hizbullah di Lebanon.
AS mengisyaratakan akan ikut campur dalam konflik tersebut, jika Iran menargetkan kepentingan AS di Timur Tengah. “Washington akan mengambil setiap tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat kami,” kata Ibrahim mengutip pernyataan Menteri Perrtahanan AS Llyod Austin.
Sementara, aktivitas manufaktur Tiongkok menyusut tajam di bulan September menjadi 49,3 dari 50,4 di bulan sebelumnya. Angka manufaktur tersebut, merupakan yang terendah sejak Juli tahun lalu.
Di dalam negeri, Ibrahim mencermati wacana pemerintah melakukan penarikan utang lebih awal untuk membiayaan APBN 2025. Prefunding untuk membiayai tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran akan diambil melalui Surat Berharga Negara (SBN) Valuta Asing.
Wacana itu diungkapkan Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuanga, Riko Amir. Menurutnya, likuiditas asing akan membantu menutup gap kebutuhan investasi jangka panjang.
Penggunaan valas dengan pertimbangan suku bunga global telah menurun. The Fed kemungkinan akan kembali menurunkan suku bunga dua kali lagi, minimal 50 basis poin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....