Analis Sebut Rupiah Berpotensi Lanjutkan Pelemahan
- 27 Sep 2024 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra menyebut, rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Jumat (27/9/2024). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau menguat 0,16 persen (24 poin) ke posisi Rp15.141 per dolar AS pagi ini.
"Potensi pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih terbuka hari ini. Melihat data Amerika Serikat semalam, di mana data awal klaim tunjangan pengangguran menunjukkan penurunan," katanya.
Baca juga: Rupiah Turun karena Ekspektasi Kelanjutan Suku Bunga
Ia melanjutkan, klaim tunjangan pengangguran, data Produk Domestik Bruto (PDB), dan indikator inflasi masih stabil, tidak menunjukkan penurunan. "Ini menunjukan ekonomi AS masih cukup kuat," ucapnya.
Ariston menilai, konflik di Timur Tengah bisa menjadi pemicu bagi penguatan dolar AS. Sebab, pelaku pasar lebih tertarik dengan aset safe haven seperti dolar AS dan emas.
Satu sisi, tambahnya, pengumuman stimulus Tiongkok mungkin masih memberikan sentimen positif ke pasar hari ini. Sentimen positif tersebut diprediksi bisa mendorong penguatan kembali aset berisiko.
"Efek dari pemangkasan suku bunga acuan AS yang diumumkan sebelumnya kemungkinan sudah mereda. Pelaku pasar kini menunggu lagi sinyal kebijakan moneter AS ke depan," ujar Ariston.
Pasar pun diyakininya akan melihat petunjuk baru suku bunga dari pernyataan petinggi Bank Sentral AS. Termasuk dari rilis data ekonomi AS lainnya.
"Hari ini, peluang pelemahan rupiah ke arah Rp15.180. Sedangkan potensi support di kisaran Rp15.080 per dolar AS," ujar Ariston menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....