Rupiah Turun karena Ekspektasi Kelanjutan Suku Bunga
- 26 Sep 2024 16:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah ekspektasi penguatan rupiah yang berlanjut. Pada penutupan perdagangan Kamis (26/9/2024), rupiah turun 0,42 persen atau 63 poin ke posisi Rp15.165 per dolar AS.
"Menguatnya dolar disebabkan pelaku pasar menantikan pernyataan pembuat kebijakan The Fed," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi. Menurut dia, mereka tengah mencari petunjuk terkait laju penurunan suku bunga lebih lanjut.
Baca Juga : Rupiah Berpeluang Menguat, Efek Stimulus Tiongkok
Data pengangguran mingguan di AS akan menjadi fokus pelaku pasar. Ini mengingat fokus The Fed sekarang telah beralih dari inflasi kepada data ketenagakerjaan.
"Pasar masih berharap penurunan suku bunga kedua kalinya sebesar 50 basis poin pada November nanti," ujar Ibrahim. Namun, lanjutnya, peluang itu turun menjadi 57,4 persen dari 58,2 persen mengacu pada perangkat pengukur CME FedWatch Tool.
Di dalam negeri, ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen tahun ini dan 5,3 persen tahun berikutnya. Hal ini didorong kebijakan fiskal yang strategis dan tepat sasaran, serta pendalaman finansial di tengah meningkatnya tantangan global.
"Pemerintahan baru nantinya diharapkan dapat menerapkan kebijakan fiskal yang berdampak besar pada perekonomian," ucap Ibrahim. Selain itu, lanjutnya, fokus pada sektor infrastruktur, hilirisasi, dan teknologi.
Menurut Ibrahim, para ekonom merasa optimistis Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan positif. Caranya dengan mendorong investasi bernilai tambah, serta meningkatkan produktivitas dan ekspansi ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....