Anak Sering Bermain Smartphone, Gejala Pseudo Autisme?
- 22 Agt 2024 13:06 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Sekarang ini, mulai dari anak sampai dewasa, hampir semua penduduk di Indonesia memiliki gadget. Selain karena mengikuti perkembangan kebutuhan, gadget juga cenderung diikuti karena trend dan gaya hidup.
Di tengah kesibukan aktifitas yang padat, seringkali orang tua mengalihkan perhatian anak dengan memberikan hiburan di smartphone. Padahal dalam memberikan gadget pada anak, memiliki ketentuan yang harus diperhatikan, terutama pada kesiapan usianya.
Anak-anak pada usia satu sampai enam tahun, memiliki pertumbuhan saraf bagian otak yang masih kritis. Sehingga pada usia tersebut, anak yang terlalu sering fokus pada layar smartphone dapat menghambat bahkan mematikan perkembangan dan pertumbuhan otak.
Dampaknya, dapat menghambat kreatifitas, yang menyebabkan anak sulit untuk menemukan solusi ketika ada masalah, dan susah mengontrol emosi. Bahkan dapat merusak fokus pendengaran, penglihatan, serta kemampuan berbicara pada anak.
Mirisnya gejala-gejala diatas dapat menjadi dugaan bahwa anak mengalami Pseudo Autisme. Penyakit ini merupakan jenis autisme yang mengganggu perkembangan otak.
Namun yang harus diperhatikan, dalam mendiagnosis pseudo autisme, tidak bisa diklaim secara sembarangan. Perlu psikolog profesional untuk melakukan pemeriksaan serta memberikan perawatan yang tepat sesuai kondisi anak.
Untuk mengalihkan fokus anak pada gadget, perlu mengupayakan kegiatan yang mengasah kemampuan otak, motorik dan kreatifitas. Diantaranya dengan menciptakan kegiatan bermain bersama keluarga, belajar eksperimen, berolahraga dan sebagainya.(DR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....