Prodi Psikologi UNJ Edukasi Kesehatan Mental Remaja Pasir Tanjung

  • 08 Jul 2024 07:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Bogor: Berdasarkan data National Adolescent Mental Health Survey (NAMHS) tahun 2023, remaja mengalami masalah kesehatan mental dalam satu tahun terakhir dibandingkan populasi secara umum. Masalah Kesehatan mental pada remaja di antaranya depresi, kecemasan, bahkan pikiran untuk melakukan bunuh diri cukup tinggi.

Remaja masih banyak yang belum memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah, dan kemana mereka perlu mencari bantuan untuk mengatasi masalah Kesehatan mentalnya. Kondisi tersebut salah satunya karena masih minimnya literasi Kesehatan mental di kalangan remaja, apalagi di daerah yang jauh dari pusat kota yang terbatas sumber informasi.

Guna mengatasi permasalahan ini, tim dosen dari Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) Prodi Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melakukan psikoedukasi literasi Kesehatan mental pada remaja di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Tim yang terdiri dari tiga dosen yakni Dr. Iriani Indri Hapsari, M.Psi, Psikolog, Irma Rosalinda, MPsi, Psikolog, dan Anggi Mayangsari, M.Psi, psikolog, dan dua mahasiswa yakni Lisna alfina Linda dan Naura Adilla Ramadhani itu, memberikan pengetahuan kepada para remaja tentang jenis-jenis masalah kesehatan mental, resiko dampak dari masalah kesehatan mental, serta cara untuk memperoleh informasi mengenai kesehatan mental.

Pelaksanaan psikoedukasi dilakukan belum lama ini di SMK Daarul Qur’an Assa’idiyah, Desa Pasir Tanjung. Kegiatan diikuti 30 siswa SMK yang termasuk dalam tahap perkembangan remaja.

"Masalah yang seringkali membuat mereka stres dan cemas lebih banyak karena masalah pertemanan. Mereka menjadi lebih memahami apa itu kesehatan mental dan apa pentingnya menjaga kesehatan mental," kata Dr. Iriani Indri Hapsari, M.Psi, psikolog selaku Ketua Pengabdian Masyarakat 2024.

Selain itu, para siswa juga diberikan pengetahuan tentang penanganan perawatan diri agar tetap sehat mental, layanan bantuan profesional yang bisa diakses bila mengalami masalah Kesehatan mental. Dan juga manfaat ketika mereka bisa menjaga diri untuk tetap sehat mental.

Sehingga, mereka juga menjadi lebih paham apa yang harus dilakukan bila mengalami mesalah Kesehatan mental yang mengganggu kondisi psikologis mereka setelah diberikan psikoedukasi.

"Kegiatan psikoedukasi literasi Kesehatan mental ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Akademisi terhadap masyarakat dalam meningkatkan kesadaran literasi kesehatan mental. Khususnya, di kalangan remaja," ujar Dr. Iriani menambahkan.

Melalui kegiatan psikoedukasi ini, ia berharap remaja di Desa Pasir Tanjung dapat lebih memahami kondisi kesehatan mereka. Sekaligus, mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menjaga dirinya agar tetap sehat mental, dan juga tahu apa yang harus dilakukan bila diri maupun orang di sekitarnya ada yang mengalami masalah Kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....