Jenis-jenis Cedera Saat Olahraga dan Cara Mencegahnya

  • 14 Jun 2024 10:17 WIB
  •  Makassar

KBRN Makassar: Olahraga adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Berbagai jenis olahraga menawarkan manfaat yang berbeda, mulai dari meningkatkan kebugaran kardiovaskular hingga memperkuat otot dan tulang. Saat ini olahraga sudah menjadi gaya hidup. Selain mendapatkan tubuh yang sehat, banyak yang menjadikannya sebagai bisnis dalam mendapatkan penghasilan.

Jenis olahraga apapun itu pasti punya persiapan yang harus dipenuhi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan yang berujung cedera. Cedera bisa ringan hingga parah, dan dapat mempengaruhi otot, tulang, sendi, ligamen, dan organ dalam. Dilansir dari yankes.kemkes.go.id berikut jenis-jenis cedera saat olahraga dan cara mencegahnya:

1. Memar

Memar dapat terjadi secara tiba-tiba dan dapat terjadi hingga berbulan-bulan yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan nyeri di daerah bagian yang berwarna hitam atau kebiruan tadi. Penyebab memar itu sendiri adalah akibat dari benturan dari benda tumpul sehingga dapat menyebabkan trauma yang berupa memar.

2. Kram Otot

Kram otot yaitu tertariknya atau konstraksi otot yang sangat hebat tanpa disertai adanya relaksasi sehingga mengakibatkan rasa sakit yang sangat hebat. Penyebab pasti dari kram otot belum bias diketahui, namun kemungkinannya yaitu dehidrasi, kadar garam dalam tubuh rendah, kadar karbonhidratrendah, otot dalam keadaan kaku badan kurangnya pemanasan.

3. Patah Tulang

Patah tulang adalah rusaknya jaringan tulang akibat paksaan atau putusnya tulang baik sebagian atau seluruh tulang. Yang ditandai dengan nyeri bila digerakan, bentuknya berubah dan ada pembengkakan ditempat yang patah.

4. Dislokasi

Dislokasi adalah terlepasnya kompresi jaringan tulang dari kesatuan sendi. Dislokasi terdapat komponen tulangnya saja yang bergeser atau terlepasnya seluruh komponen tulang dari tempat yang seharusnya. Dislokasi yang sering terjadi pada atlet adalah dislokasi sendi bahu dan sendi pinggul atau paha. Karena meleset dari tempatnya sehingga sendi itu menjadi macet dan nyeri. Sendi yang pernah mengalami dislokasi biasanya ligamen-ligamennya menjadi kendor dan akibatnya sendi itu gampang dislokasi lagi.

5. Kejang

Kejang adalah kakunya anggota gerak atau tubuh untuk beberapa saat. Ada beberapa macam kejang yaitu kejang karena panas, kejang karena penyakit ayan (eilepsi), dan kejang otot (cramps).

6. Pingsan

Hilangya kesadaran atau pingsan ini sering terjadi di lapangan, misalnya pada olahraga kontak fisik, upacara di bawah teriknya sinar matahari, di dalam ruangan yang penuh orang. Maka bila menemui orang yang pingsan usahakan cepat ditolong agar tidak mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

7. Strain

Strain adalah cedera yang melibatkan peregangan atau robeknya sebuah otot dan tendon (struktur otot). Strain biasa terjadi pada saat berlari ataupun saat melompat dan biasanya terjadi pada otot hamstring. Strain kronis adalah cedera yang terjadi secara berkala karena penggunaan secara berlebihan atau tekanan berulang-ulang dan menghasilkan tendonitis atau peradangan pada tendon.

8. Sprain

Cedera yang disebabkan oleh tertariknya atau robeknya ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul persendian. Kerusakan parah pada sendi ini akan menyebabkan sendi tidak stabil.

9. Cedera pada testis dan scrotum Memar pada testis (buah sakar) dan scrotum (sakar) terjadi terkena bola atau kontak fisik.

10. Perdarahan

Pengertian perdarahan disini adalah keluarnya darah dari pembuluh darah yang rusak. Prinsip dari pertolongan pertama pada perdarahan: lakukan penekan pada tempat perdarahan atau tourniquet (pilihan terakhir, dipakai bila kaki / tangan hancur).

Mencegah dan Mengatasi Cedera Olahraga

1. Pemanasan, merupakan usaha persiapan otot-otot untuk melakukan gerakan yang sesungguhnya yang membutuhkan waktu 15-20 menit.

2. Kekuatan, dapat dicapai dengan latihanisotonik, isometrik, dan isokinetik. Untuk menghasilkan kekuatan yang diinginkan, maka dalam latihan tersebut harus memperhatikan intensitas latihan, macam latihan, frekuensi latihan, dan lama latihan

3. Pendinginan, gerakan pendinginan sama dengan waktu mulai latihan yaitu gerakan peregangan. Salah satu prinsip utama dalam pengobatan cedera adalah dengan RICE (Rest, Ice, Compression, Evevation).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....