Pengidap ODHIV di Indonesia Masih Alami Diskriminasi

  • 26 Mar 2024 15:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Bekasi: Stigma dan diskriminasi masih kerap diterima Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal itu menjadi problem untuk mewujudkan target Indonesia Bebas AIDS 2030 yang dicanangkan pemerintah.

Hasil penelitian Jaringan Indonesia Positif (JIP) pada Mei-Oktober 2023, stigma maupun diskriminasi masih terjadi. Dua hal itu menimpa para pengidap ODHA di Indonesia.

Peneliti JIP, Firtiana Puspitrani mengatakan, stigma datang baik dari dalam maupun luar. Stigma dari ODHA sendiri angkanya mencapai 35,9 persen sedangkan dari luar 13,4 pesen.

Stigma dan diskriminasi juga terjadi di layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan. Angkanya mencapai 21,5 persen dalam satu tahun terakhir.

"Hasil penelitian yang kami lakukan menunjukan masih ada perlakuan stigma maupun diskriminasi. Ini terjadi baik dari dalam dan luar bahkan di fasilitas kesehatan," kata dia, saat jumpa pers via daring, Selasa (26/3/2024).

Perempuan yang akrab disapa Rani ini mengatakan, penelitian JIP menyasar 1.400 ODHA di 16 Provinsi. Sedangkan dalam penelitiannya JIP menggunakan instrumen penelitian global yang disebut ‘Stigma Index 2.0’.

"Stigma Index telah digunakan secara global. Tujuannya guna mendokumentasikan pengalaman yang berbeda di antara orang dengan HIV terkait stigma dan diskriminasi," katanya.

Sementara, Advocacy Specialist JIP, Timotus Hadi mengatakan, lembaganya banyak menerima aduan tentang stigma dan diskriminasi. Aduan masuk dari tahun 2014 sejak JIP berdiri sampai saat ini.

Sejumlah tanggapan telah JIP lakukan untuk penyelesaian kasus yang ditemukan. Tanggapan tersebut meliputi penyediaan kanal pengaduan, layanan konseling, dan pendampingan kasus bagi korban.

"Kami juga melakukan audiensi kepada stakeholder terkait salah satunya dengan pemerintah. Maupun swasta termasuk mitra dari Komnas Perempuan," ucapnya.

Ke depan, JIP berharap stigma dan diskriminasi tidak lagi terjadi. Sebab ini bisa menghambat target Indonesia Bebas AIDS 2030.

"Oleh karena itu kami dari JIP terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Berbagai cara kami lakukan termasuk memanfaatkan media sosial hingga membuat lagu," ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....