Telur dan Udang Tak Selalu Jadi Penyebab Kolesterol Tinggi

  • 07 Okt 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Telur dan udang sering dianggap meningkatkan kolesterol, tetapi hal ini adalah mitos yang perlu diluruskan karena kadar kolesterol dipengaruhi oleh banyak faktor.
  • Kadar kolesterol dalam darah dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, faktor genetik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan, bukan hanya dari konsumsi telur dan udang.
  • Telur memang mengandung kolesterol pada bagian kuning telur, namun konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak selalu menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Telur dan udang sering dianggap sebagai makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Padahal, kadar kolesterol juga dipengaruhi pola makan, aktivitas fisik, faktor genetik, dan kondisi kesehatan.

Telur memang mengandung kolesterol, terutama pada bagian kuning telur. Namun, konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak selalu meningkatkan kolesterol dalam darah.

Ahli Diet di Minneapolis-St. Paul, Shannon Stockero, mengatakan, pengaruh kolesterol dari makanan terhadap kadar kolesterol darah umumnya lebih kecil. Dampaknya tidak sebesar yang selama ini diperkirakan masyarakat.

Menurutnya, tubuh memproduksi kolesterol karena zat tersebut dibutuhkan untuk berbagai fungsi tubuh. Kolesterol juga membantu membentuk struktur sel, menghasilkan hormon, dan mendukung proses pencernaan dalam tubuh.

Ia menjelaskan masyarakat perlu lebih memperhatikan jenis lemak yang terkandung dalam makanan. Asupan lemak jenuh, pola makan, aktivitas fisik, dan faktor genetik juga dapat memengaruhi kadar kolesterol darah.

Lemak jenuh umumnya terdapat dalam potongan daging berlemak, mentega, dan produk susu tinggi lemak. Konsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) dalam darah.

“Lemak jenuh cenderung meningkatkan kadar kolesterol LDL. Lemak jenis ini juga dikenal sebagai kolesterol jahat,” ujarnya dikutip dari laman WebMD, Rabu 7 Oktober 2026.

Sementara itu, lemak tak jenuh terdapat dalam minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Ikan berlemak juga menjadi salah satu sumber lemak tak jenuh dalam makanan.

Sementara itu, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kolesterol juga berasal dari produksi tubuh sendiri. Hati menjadi organ yang memproduksi sebagian besar kolesterol untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membentuk hormon, vitamin D, dan membran sel. Namun, kadar kolesterol LDL yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah.

Udang juga termasuk makanan yang mengandung kolesterol. Namun, cara pengolahan dan makanan pendamping dapat memengaruhi jumlah lemak yang dikonsumsi.

Cara memasak makanan juga dapat memengaruhi jumlah lemak yang masuk ke tubuh. Kemenkes menyarankan masyarakat mengurangi makanan yang digoreng menggunakan banyak minyak.

Karena itu, telur dan udang tidak selalu menjadi penyebab utama kolesterol tinggi. Pemeriksaan darah secara berkala dapat membantu mengetahui kadar kolesterol dan risiko kesehatan. (Davina Keisha Salsabila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....