Jaga Kesehatan, Puskesmas Cibarusah Bekasi Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
- 01 Okt 2026 23:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program ini berlaku bagi siswa sekolah di setiap jenjang satuan pendidikan dari SD, SMP hingga SMA/SMK.
- CibarusahPuskesmas Kabupaten Bekasi terus menggerakkan Cek Kesehatan Anak Sekolah (CKAS) untuk siswa sekolah di wilayah Kecamatan Cibarusah
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- CibarusahPuskesmas Kabupaten Bekasi terus menggerakkan Cek Kesehatan Anak Sekolah (CKAS) untuk siswa sekolah di wilayah Kecamatan Cibarusah. Program ini berlaku bagi siswa sekolah di setiap jenjang satuan pendidikan dari SD, SMP hingga SMA/SMK.
Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Cibarusah, Nurasi mengatakan, kegiatan ini sudah diberlakukan sejak awal tahun ajaran baru. Atau pada saat siswa mulai masuk sekolah.
Pada Bulan Agustus, program ini menyasar siswa sekolah jenjang SD, sedangkan bulan Oktober ini akan menyasar siswa SMP. Sementara pada Bulan November sasaran CKAS adalah siswa jenjang SMA/SMK.
Menurutnya, tujuan program tersebut yaitu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini. Sekaligus mengetahui kondisi masing-masing anak di wilayah Cibarusah sejak usia sekolah.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengetahui kondisi anak sejak dini, sehingga apabila ditemukan masalah dapat segera dilakukan pencegahan. Maupun penanganan sesuai kebutuhannya” katanya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia mengatakan, pada pelaksanaan cek kesehatan petugas kesehatan akan memeriksa sejumlah aspek. Mulai dari tanda vital, tinggi dan berat badan, kondisi gizi, penglihatan, hingga gigi dan mulut.
Adapun Tim yang diterjunkan pada pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari berbagai unsur. Seperti dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, serta tenaga gizi.
"Kami tidak hanya melihat kondisi anak, tetapi juga memberikan edukasi tentang bagaimana menjaga diri. Seperti menjaga kebersihan gigi dan mulut, kebersihan kuku, menjaga mata, serta penggunaan gadget yang perlu diperhatikan” katanya.
Sementara itu hasil cek kesehatan nantinya akan disampaikan kepada pihak sekolah dan orang tua siswa sebagai bahan tindak lanjut. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian, siswa dapat diarahkan mendapatkan penanganan di Puskesmas maupun penyesuaian tertentu di lingkungan sekolah.
“Misalnya kalau ditemukan anak yang mengalami gangguan penglihatan, kami sampaikan kepada guru agar posisi duduknya bisa dipindahkan ke depan. Kalau ada masalah gigi yang membutuhkan tindakan, anak kami arahkan untuk mendapatkan pelayanan di Puskesmas,” katanya.
Nurasi mengatakan, deteksi dini sejak usia sekolah juga menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan hidup sehat. Melalui pengetahuan yang diberikan siwa akan memiliki bekal untuk menjaga kondisi tubuh sekaligus mendukung proses belajar dan tumbuh kembangnya.
“Menyehatkan anak sejak usia sekolah merupakan salah satu langkah untuk menyiapkan generasi yang sehat. Apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung generasi emas menuju 2045" ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....