BPOM: Stok Anti-Virus Influenza A Cukup
- 01 Okt 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bila stok/persediaan anti-virus influenza tipe A (H1N1) mencukupi
- Walaupun, saat ini sebaran kasus tersebut di Tanah Air saat ini cukup tinggi
RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bila stok/persediaan anti-virus influenza tipe A (H1N1) mencukupi. Walaupun, saat ini sebaran kasus tersebut di Tanah Air saat ini cukup tinggi.
"Kita tahu sekarang influenza tipe A yang sebutannya H1N1 itu, itu lagi cukup tinggi.
Nah, kenapa perlu kita lakukan, bahwa pertanyaannya perlu dikoreksi tadi, bukan memberikan antibiotik, karena ini virus," ujar Kepala BPOM, Taruna Ikrar di UPH Karawaci, Tangerang, Kamis 1 Oktober 2026.
Taruna Ikrar mengatakan virus bila diberikan antibiotik justru tidak ada efeknya. "Antibiotik itu anti-bakteri dan kalau dia infeksinya karena bakteri, dikasih antibakteri, namanya antibiotik, tapi bila influensa A ini dikasih anti-virus," ucapnya.
| Baca juga: Ajang FASI, 54 Santri Wakili Tangerang |
Biasanya, sambung Taruna Ikrar, anti-virus yang berhubungan dengan influenza A ini berdasarkan data dari Kedeputian 1 khususnya Direktorat Registrasi Obat dan Distribusi Obat, memiliki kecukupan obat-obat anti-virus. "Jadi dengan demikian, sesuai peruntukannya, pasien atau masyarakat," kata dia.
Menurut Taruna Ikrar, saat ini terjadi peningkatan kasus influenza A yang tentu dikelola oleh Kementerian Kesehatan. "Tapi dari pihak kami, untuk ketersediaan obat dan availability-nya serta akses saya kira itu bisa untuk anti-virus tetap ada," ujar Taruna Ikrar.
Bukan hanya itu, lanjutnya, tentu untuk pengobatan yang sifatnya influenza ini banyak manifestasi lainnya. Perlu diberikan obat-obat yang sifatnya baik simptomatik atau obat-obat yang sifatnya imunostimulator.
"Jadi intinya yang saya mau jawab dalam domainnya Badan POM, ketersediaan anti-virus tetap tersedia dan tercukupi. Jadi masyarakat tidak usah panik," kata Taruna Ikrar.
Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus influenza masih mengalami peningkatan di Indonesia. Berdasarkan data surveillance hingga minggu ke-38 2026, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten menjadi provinsi dengan kasus influenza terbanyak.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni mengatakan terdapat 1.527 kasus influenza positif yang tercatat sepanjang 2026 hingga akhir September. "Jadi untuk kasus influenza yang positif di tahun 2026 sebanyak 1.527 di tahun 2026, yakni dari tipe subtipe influenza A H1N1 PDM09 itu yang terbanyak, kemudian influenza A H3N2 dan juga B Victoria," kata Andi.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, Kemenkes mencatat 2.790 kasus influenza positif.
"Jika dibandingkan dengan tahun 2026, jumlah ini 1.527 sampai dengan akhir September dibandingkan dengan jumlah kasus influenza tahun 2025, 2.790. Subtipe lineage itu sama, terbanyak H1N1 kemudian diikuti H3N2 dan tipe B Victoria," ujarnya.
Andi mengatakan DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus influenza terbanyak.
"Kasus terbanyak itu adalah di provinsi DKI. Sebenarnya kalau kita lihat jumlah kasus dan proporsi daripada positivity rate yang terbanyak itu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten," kata Andi.
Berdasarkan data surveilans sentinel, peningkatan kasus juga terlihat di fasilitas kesehatan. Data dari 35 rumah sakit sentinel SARI pada minggu ke-38, 2026 menunjukkan proporsi kasus positif influenza meningkat menjadi 53 persen dari 28 persen pada minggu sebelumnya.
Meski meningkat, tingkat aktivitas influenza di rumah sakit sentinel masih berada dalam kategori rendah dan disebut masih sesuai dengan pola musiman influenza di Indonesia. Sementara itu, data dari 39 Puskesmas sentinel menunjukkan proporsi positif influenza meningkat menjadi 59 persen dari 54 persen pada minggu sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....