Wamenkes Dorong Pembiayaan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung BPJS

  • 30 Sep 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamenkes Dante Saksono Harbuwono mendorong terobosan pembiayaan transplantasi sumsum tulang agar dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan sebagai bagian dari perluasan jaminan kesehatan nasional.
  • Rumah Sakit Kanker Dharmais memiliki peran penting dan strategis dalam pengembangan layanan transplantasi sumsum tulang di Indonesia melalui inovasi terapi.
  • Acara Peringatan Bulan Kanker Darah Sedunia dan Hari Donor Sumsum Tulang Internasional di RSK Dharmais menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi tenaga medis dan perawat dalam pelayanan kesehatan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mendorong terobosan pembiayaan transplantasi sumsum tulang agar dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Dante mengatakan, Rumah Sakit Kanker Dharmais memiliki peran penting dalam pengembangan layanan transplantasi sumsum tulang di Indonesia.

“Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada keluarga, dokter, perawat, dan seluruh aktivitas rumah sakit. Mereka telah memberikan kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan dan masyarakat Indonesia melalui pengembangan terapi transplantasi sumsum tulang,” kata Dante Saksono Harbuwono saat memberikan sambutan dalam Peringatan Bulan Kanker Darah Sedunia, Hari Donor Sumsum Tulang Internasional di RSK Dharmais, Jakarta Barat, Rabu, 30 September 2026.

Menurut Dante, pengembangan transplantasi sumsum tulang dalam negeri membantu pasien memperoleh terapi definitif tanpa perlu menjalani pengobatan luar negeri. Layanan tersebut juga memperkuat kapasitas pelayanan kanker nasional serta memberikan alternatif terapi bagi pasien kanker darah yang membutuhkan.


“Masyarakat sebenarnya tidak perlu pergi ke luar negeri untuk mendapatkan terapi pengobatan definitif bagi penyakit kanker darah. Layanan transplantasi sumsum tulang di dalam negeri terus dikembangkan agar pasien memperoleh pengobatan berkualitas secara optimal,” ucap Dante menjelaskan.

Dante menyebut pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan pengembangan layanan transplantasi sumsum tulang bagi pasien kanker darah Indonesia. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar akses pasien terhadap terapi definitif dapat diperluas secara berkelanjutan.

“Jika persoalan pembiayaan ini dapat diselesaikan, layanan transplantasi sumsum tulang Indonesia dapat terus berkembang secara optimal. Pengembangan layanan perlu didukung pembiayaan memadai agar kapasitas transplantasi nasional dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” ujar Dante.

Ia mengatakan biaya transplantasi sumsum tulang dapat mencapai sekitar Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar. Sementara itu, menurut Dante, dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan terhadap terapi tersebut saat ini belum tersedia.

“Ini menjadi pekerjaan rumah untuk menghadirkan langkah terobosan agar pembiayaan terapi definitif dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Upaya tersebut diperlukan untuk memperluas akses pasien terhadap terapi transplantasi sumsum tulang yang dibutuhkan secara berkelanjutan,” kata Dante menegaskan.

Dante menyebut sejumlah rumah sakit Indonesia telah mengembangkan layanan transplantasi sumsum tulang, termasuk RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ia menilai Rumah Sakit Kanker Dharmais perlu terus meningkatkan pengembangan layanan transplantasi sebagai pusat rujukan kanker nasional.

“Dharmais sebagai pusat penatalaksanaan kanker di Indonesia harus terus mengembangkan layanan transplantasi sumsum tulang. Pengembangan tersebut diharapkan meningkatkan jumlah layanan dan keberhasilan terapi transplantasi bagi pasien kanker darah secara nasional,” ucap Dante menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....