Wamenkes Dante Soroti Maraknya Misinformasi Vaksin di Masyarakat

  • 23 Apr 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyoroti masih kuatnya pengaruh informasi tidak valid terkait vaksin di tengah masyarakat.
  • Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengaku kerap menemui pasien yang meragukan vaksinasi dengan alasan yang tidak berbasis bukti.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyoroti masih kuatnya pengaruh informasi tidak valid terkait vaksin di tengah masyarakat. Ia mengaku kerap menemui pasien yang meragukan vaksinasi dengan alasan yang tidak berbasis bukti.

“Seringkali saya mendapatkan pasien yang datang membawa informasi dari sumber yang tidak jelas. Misalnya merasa sudah punya imunitas sejak lahir sehingga tidak perlu divaksin,” kata Dante Saksono Harbuwono saat memberikan sambutan dalam Acara Pekan Imunisasi Nasional 2026 di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Lebih lanjut, Dante mengungkapkan, keraguan terhadap vaksin tidak berhenti pada satu narasi. Dalam praktiknya sebagai dokter, ia juga menemukan pasien yang menuding vaksin sebagai agenda tersembunyi pemerintah.

“Ada yang datang dan bilang vaksin itu hanya akal-akal pemerintah. Pernyataan seperti ini sering sekali saya temui,” ucapnya.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa tantangan vaksinasi saat ini bukan hanya soal ketersediaan layanan, tetapi juga pertarungan informasi di ruang publik. Ia menilai, informasi yang tidak jelas sumbernya kerap membentuk persepsi masyarakat bahkan sebelum mereka datang ke fasilitas kesehatan.

“Vaksinasi merupakan investasi kesehatan yang sangat efektif. Khususnya dalam mencegah kematian dan kesakitan di masa depan,” ucap Dante menegaskan.

Ia juga menyinggung pengalaman selama pandemi Covid-19, di mana perbedaan status vaksinasi berkorelasi dengan tingkat fatalitas. Dante mengajak media berperan aktif mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan akurat dan informatif guna menekan penyebaran misinformasi vaksin.

“Sejarah menunjukkan, saat pandemi Covid-19, angka kematian lebih tinggi pada mereka yang tidak divaksinasi lengkap dibandingkan yang sudah divaksin. Kami berharap jurnalis bisa menjadi mitra edukasi publik agar informasi tentang vaksin tidak lagi disalahpahami,” kata Dante menutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....