Kemenkes Sebut Banten Ikut Sumbang Kasus Influenza Terbanyak

  • 30 Sep 2026 05:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berdasarkan data surveillance hingga minggu ke-38 2026, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten menjadi provinsi dengan kasus influenza terbanyak
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus influenza masih mengalami peningkatan di Indonesia

RRI.CO.ID, Tangerang - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus influenza masih mengalami peningkatan di Indonesia. Berdasarkan data surveillance hingga minggu ke-38 2026, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten menjadi provinsi dengan kasus influenza terbanyak.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni mengatakan, terdapat 1.527 kasus influenza positif. Jumlah tersebut tercatat sepanjang 2026 hingga akhir September.

"Jadi untuk kasus influenza dari tipe subtipe influenza A H1N1 PDM09 itu yang terbanyak. Kemudian influenza A H3N2 dan juga B Victoria," ujarnya, Selasa 29 September 2026.

Dia mengaku jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, Kemenkes mencatat 2.790 kasus influenza positif.

"Jika dibandingkan dengan tahun 2026, jumlah ini 1.527 sampai dengan akhir September dengan jumlah kasus influenza tahun 2025, 2.790. Subtipe lineage itu sama, terbanyak H1N1 kemudian diikuti H3N2 dan tipe B Victoria," ucapnya.

Andi mengatakan, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus influenza terbanyak. "Kasus terbanyak itu adalah di Provinsi DKI dan sebenarnya kalau kita lihat jumlah kasus dan proporsi dari pada positivity rate yang terbanyak itu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten," kata Andi.

Berdasarkan data surveilans sentinel, peningkatan kasus juga terlihat di fasilitas kesehatan. Data dari 35 rumah sakit sentinel SARI pada minggu ke-38 2026 menunjukkan proporsi kasus positif influenza meningkat.

Peningkatan itu menjadi 53 persen dari 28 persen pada minggu sebelumnya. Meski meningkat, tingkat aktivitas influenza di rumah sakit sentinel masih berada dalam kategori rendah.

Hal itu masih sesuai dengan pola musiman influenza di Indonesia. Sementara itu, data dari 39 puskesmas sentinel menunjukkan proporsi positif influenza meningkat.

Peningkatan tersebut menjadi 59 persen dari 54 persen pada minggu sebelumnya. Aktivitas influenza berdasarkan data tersebut berada dalam kategori sedang.

Selain influenza secara umum, Kemenkes juga memantau penyebaran influenza A H3N2 subclade K. Influenza itu yang belakangan dikenal masyarakat dengan istilah 'super flu'.

Sepanjang 2025 hingga minggu ke-38 2026, subclade K tercatat tersebar di 20 provinsi. Kasus paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.

Pada 2026, tercatat 22 kasus subclade K yang berasal dari sejumlah provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah. Diikuti, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.

Berdasarkan kelompok umur, kasus subclade K pada 2026 paling banyak ditemukan pada anak usia 0-4 tahun dan 5-9 tahun. Masing-masing sebanyak delapan kasus selanjutnya, terdapat lima kasus pada kelompok usia 10-17 tahun dan satu kasus pada usia 18-59 tahun.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Tangerang meminta orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan influenza tipe A. Terutama pada anak-anak yang lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengatakan kewaspadaan diperlukan menyusul peningkatan kasus influenza disejumlah daerah. "Para orang tua lebih waspada karena memang ada peningkatan di beberapa kota," ujarnya, Selasa 29 September 2026.

Pada anak-anak, sambung Dini, lebih rentan terkena gejala flu atau tertular penyakit dibandingkan orang dewasa. Sebab, sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga kemampuan tubuh dalam mengenali dan melawan infeksi belum sebaik orang dewasa.

Kondisi paru-paru anak yang masih berkembang juga membuat mereka perlu mendapat perhatian lebih. Selain itu, interaksi antara anak dan orang dewasa di lingkungan keluarga dapat menjadi salah satu jalur penularan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....