Tangerang Waspadai Influenza Tipe A
- 30 Sep 2026 00:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dinas Kesehatan Kota Tangerang meminta orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan influenza tipe A
- Terutama pada anak-anak yang lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan
RRI.CO.ID, Tangerang - Dinas Kesehatan Kota Tangerang meminta orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan influenza tipe A. Terutama pada anak-anak yang lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengatakan kewaspadaan diperlukan menyusul peningkatan kasus influenza disejumlah daerah. "Para orang tua lebih waspada karena memang ada peningkatan di beberapa kota," ujarnya, Selasa 29 September 2026.
Pada anak-anak, sambung Dini, lebih rentan terkena gejala flu atau tertular penyakit dibandingkan orang dewasa. Sebab, sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga kemampuan tubuh dalam mengenali dan melawan infeksi belum sebaik orang dewasa.
Kondisi paru-paru anak yang masih berkembang juga membuat mereka perlu mendapat perhatian lebih. Selain itu, interaksi antara anak dan orang dewasa di lingkungan keluarga dapat menjadi salah satu jalur penularan.
"Karena itu, orang dewasa yang sedang mengalami gejala influenza juga diminta berhati-hati. Tujuannya agar tidak menularkan penyakit kepada anak," ucapnya.
Dini menyampaikan influenza tipe A dapat menimbulkan gejala yang menyerupai flu biasa. Namun, orang tua perlu lebih waspada apabila gejalanya semakin berat.
Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain flu berat, batuk yang cenderung kering, demam tinggi yang berlangsung lama, serta tubuh anak terlihat semakin lemas. "Kalau sudah mulai lemas, tidak mau main, bahkan mungkin tidak mau makan, langsung saja bapak ibu bawa ke fasilitas kesehatan terdekat," kata dia.
Dini menegaskan orang tua perlu membedakan gejala tersebut dengan flu ringan yang biasanya tidak banyak mengganggu aktivitas anak. "Kadang-kadang ada anak yang pilek saja, tetapi dia tidak demam tinggi, masih tetap main dan sebagainya, nah, kalau sudah mulai lemas dan tidak mau beraktivitas, itu harus kita waspadai," kata dia.
Untuk mencegah penularan influenza, Dinkes Kota Tangerang mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu kebiasaan yang perlu diajarkan kepada anak adalah mencuci tangan secara rutin, terutama setelah beraktivitas di luar rumah dan sebelum makan.
Selain menjaga kebersihan, masyarakat juga diminta memperhatikan anggota keluarga yang mengalami gejala influenza agar tidak menularkan penyakit kepada anak maupun anggota keluarga lainnya. Dini memastikan fasilitas kesehatan di Kota Tangerang memiliki sistem kewaspadaan dan respons terhadap penyakit menular.
Apabila petugas menemukan pasien dengan gejala yang tidak seperti flu biasa atau terdapat dugaan infeksi virus tertentu. Kondisi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pemantauan dan pelaporan yang tersedia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi menyatakan masih memantau secara ketat potensi lonjakanmusiman virus Influenza A yang menyerang saluran pernapasan atas dan bawah. Meski virus ini dikenal memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, pihak Dinkes Kabupaten Tangerang menegaskan situasi wilayahnya saat ini masih aman dengan status zero case atau nihil temuan.
Hendra menyampaikan pengetatan pengawasan dilakukan karena karakteristik Influenza A sangat rentan memicu lonjakan kasus akibat pola penyebarannya yang cepat. Kendati demikian, hingga hari ini belum ada satu pun laporan klinis yang masuk dari fasilitas kesehatan.
“Sampai sekarang, kami di Dinas Kesehatan memastikan belum ada laporan kasus Influenza A, baik dari seluruh rumah sakit maupun puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang. Monitoring berkala terus kami jalankan,” ujarnya.
Hendra memaparkan masyarakat harus tetap waspada karena gejala awal Influenza A sangat identik dengan flu biasa. Infeksi virus ini umumnya ditandai dengan demam tinggi atau panas, batuk, pilek, sakit kepala berat, serta nyeri di seluruh persendian tubuh (badan sakit).
Tingkat kewaspadaan juga perlu ditingkatkan mengingat mekanisme penularan Influenza A serupa dengan Covid-19, yakni menyebar secara cepat di udara (airborne) melalui percikan lendir atau ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Masyarakat diimbau untuk konsisten menjaga imunitas tubuh dan menerapkan protokol kesehatan dasar guna membentengi diri dari risiko penularan infeksi pernapasan musiman tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....