Kemenkes Percepat Distribusi Oseltamivir ke 196 Rumah Sakit

  • 29 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan mempercepat distribusi Oseltamivir ke 196 rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan pasien influenza.
  • Langkah percepatan dilakukan setelah menerima laporan kesulitan memperoleh obat antivirus dari sejumlah rumah sakit dan wilayah.
  • Pemerintah melalui Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan memastikan ketersediaan Oseltamivir terus dipantau di berbagai wilayah Indonesia untuk menjaga akses pasien.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat distribusi Oseltamivir ke sekitar 196 rumah sakit guna memenuhi kebutuhan pasien influenza. Langkah tersebut dilakukan setelah laporan kesulitan memperoleh obat antivirus diterima dari sejumlah rumah sakit dan wilayah.

Kemenkes menyatakan, perbedaan ketersediaan Oseltamivir di sejumlah daerah menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah memastikan ketersediaan obat antivirus tersebut terus dipantau untuk memenuhi kebutuhan pasien influenza di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait influenza A dan kesulitan memperoleh Oseltamivir di sejumlah rumah sakit dalam hari terakhir. Pemerintah terus memperhatikan kondisi tersebut dan mempercepat distribusi obat agar kebutuhan pasien di berbagai wilayah tetap terpenuhi dengan baik,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Lucia mengatakan pemerintah memenuhi kebutuhan Oseltamivir melalui produksi dalam negeri sekaligus impor untuk menjaga ketersediaan obat. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan Oseltamivir di berbagai wilayah dan mengatasi keterlambatan pasokan dari produsen domestik.

“Kementerian Kesehatan mempercepat impor Oseltamivir untuk memastikan ketersediaan obat bagi pasien yang membutuhkan di berbagai daerah Indonesia. Kami juga mempercepat distribusi obat tersebut agar pasokan Oseltamivir segera tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan setempat,” ucap Lucia.

Lucia mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying Oseltamivir karena tidak semua pasien influenza membutuhkan obat antivirus tersebut. Sebagian besar pasien tanpa tanda bahaya dapat ditangani dengan istirahat cukup dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

“Jadi, tidak semua orang perlu mendapatkan Oseltamivir karena penggunaannya harus disesuaikan kondisi dan kebutuhan medis pasien. Jika muncul tanda bahaya, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat agar memperoleh pemeriksaan dan penanganan tepat,” ucap Lucia.

Lucia menegaskan Oseltamivir bukan obat yang digunakan secara massal atau dikonsumsi sebagai langkah pencegahan tanpa penilaian medis. Oseltamivir juga dapat diberikan kepada pasien dengan komorbid atau kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

“Oseltamivir diberikan berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan dokter, terutama bagi pasien influenza berat yang dirawat di rumah sakit. Obat ini juga diberikan kepada pasien berkomorbid atau berisiko komplikasi, termasuk anak, lansia, serta ibu hamil,” kata Lucia menegaskan.

Lucia mengingatkan masyarakat tidak membeli Oseltamivir tanpa resep dokter karena penggunaannya harus sesuai kebutuhan medis pasien. Masyarakat juga diminta tidak menyimpan obat antivirus tersebut secara berlebihan untuk menghindari penggunaan tanpa indikasi medis.

“Penggunaan Oseltamivir tanpa indikasi medis dalam jangka panjang berisiko membuat virus influenza menjadi kurang sensitif terhadap antivirus. Karena itu, masyarakat perlu menggunakan Oseltamivir sesuai resep dan pemeriksaan dokter untuk mencegah risiko resistensi antivirus,” kata Lucia mengungkapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....