IDAI Sebut Data Rumah Sakit Belum Gambarkan Influenza Nasional
- 18 Sep 2026 18:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengonfirmasi peningkatan kasus influenza di sejumlah rumah sakit rujukan di Indonesia per September 2026.
- Data dari rumah sakit rujukan tidak mencerminkan kondisi influenza secara menyeluruh di Indonesia karena perbedaan karakteristik pasien dan layanan antar fasilitas kesehatan.
- Prof. Dr. dr. Anggraini Alam dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI menekankan bahwa kondisi di rumah sakit rujukan dapat berbeda signifikan dibandingkan rumah sakit umum daerah (RSUD).
RRI.CO.ID, Jakarta - IIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut kasus influenza meningkat di sejumlah rumah sakit rujukan Indonesia. Namun, data rumah sakit belum sepenuhnya menggambarkan kondisi influenza secara nasional.
Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, mengatakan karakteristik pasien setiap rumah sakit berbeda. Kondisi tersebut membuat data influenza antarrumah sakit berpotensi menunjukkan perbedaan.
“Data rumah sakit sangat mungkin berbeda, terutama antara rumah sakit tipe rujukan dengan RSUD. Karakteristik pasien dan layanan setiap rumah sakit juga sangat mungkin berbeda,” kata Anggraini dalam keterangan pers secara virtual, di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
Anggraini menyebut data influenza Indonesia yang dilaporkan kepada WHO WPRO hingga 10 September 2026. Data tersebut belum menunjukkan peningkatan dibandingkan periode 2025.
Menurut Anggraini, keluhan influenza di perkotaan terasa tinggi karena akses pemeriksaan masyarakat lebih mudah. Aktivitas berkumpul yang meningkat juga dapat membuat kasus lebih banyak terdeteksi.
| Baca juga: IDAI Ingatkan Risiko Influenza A pada Anak |
“Walaupun di sekolah banyak terdengar kasus flu, kemampuan masyarakat memeriksakan kondisi cukup tinggi di perkotaan. Karena itu, kasus influenza lebih terasa meningkat di wilayah perkotaan,” ujarnya.
Anggraini mengatakan, ventilasi ruangan tertutup dapat meningkatkan risiko penularan influenza. Sirkulasi udara yang kurang baik membuat penyebaran virus antarmanusia berpotensi semakin mudah.
“Hal-hal yang menutup dan tidak ada sinar matahari masuk justru meningkatkan penularan flu. Sehingga perasaannya flu itu tinggi, dan flu sangat menular,” ujar Anggraini.
Anggraini mencontohkan penularan influenza di daycare dapat meluas melalui interaksi antaranak. Ia mengingatkan pentingnya ventilasi, kebersihan tangan, serta menghindari aktivitas luar rumah saat sakit.
“Jika influenza meningkat saat kemarau, perbaiki ventilasi ruangan dan tingkatkan kebersihan tangan. Orang sakit sebaiknya tidak masuk sekolah maupun kantor untuk mencegah penyebaran,” kata Anggraini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....