Anak Usia 0–4 Tahun Mudah Tertular Influenza, Ini Penjelasan IDAI

  • 19 Sep 2026 13:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anak usia 0–4 tahun termasuk kelompok rentan influenza karena daya tahan tubuhnya belum seperti orang dewasa yang sering terpapar flu
  • Penularan influenza dapat terjadi melalui percikan pernapasan dan kontak dengan benda, termasuk dari lingkungan sekolah, penitipan anak, maupun rumah
  • Orang tua perlu memperhatikan kondisi anak selama influenza, termasuk aktivitas, kemauan minum, buang air kecil, serta tanda bahaya yang membutuhkan penanganan IGD

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua IDAI Jawa Barat Anggraini Alam menyebut anak usia 0 sampai 4 tahun rentan terinfeksi influenza. Kondisi tersebut dipengaruhi daya tahan tubuh anak yang belum seperti orang dewasa yang sering terpapar flu berulang.

“Kelompok rentan karena mereka memang daya tahan tubuhnya tidak sebagaimana dewasa yang mungkin sudah sering terpapar oleh flu berulang-ulang. Tidak demikian dengan anak, kemudian anak itu sangat mudah tertular oleh flu,” katanya kepada RRI PRO3 di Jakarta, Sabtu, 19 September 2026.

Anggraini menjelaskan anak lebih mudah tertular karena sering terpapar percikan cairan pernapasan dari orang lain. Percikan tersebut dapat berasal dari batuk, bersin, maupun pembicaraan orang yang berada di sekitarnya.

Selain itu, anak sering bermain bersama sehingga berpotensi melakukan kontak dengan orang yang sedang mengalami sakit. Anak juga kerap memegang mainan, kemudian menggosok hidung atau menyentuh mata menggunakan tangannya.

“Belum lagi anak itu seringkali main bersama, ada yang sakit, mainannya itu dipegang, gosok-gosok hidung, kemudian matanya. Serta tentunya saluran napas anak belum sebanyak bagaimana orang tua itu memiliki,” ucapnya.

Menurut Anggraini, saluran pernapasan anak juga belum memiliki struktur sebagaimana yang terdapat pada orang dewasa. Kondisi tersebut turut membuat anak lebih mudah mengalami penularan ketika mendapatkan paparan virus influenza.

Ia mengatakan orang tua perlu memperhatikan sejumlah tanda ketika anak mengalami influenza A dalam kesehariannya. Gejalanya dapat berupa demam tinggi yang cepat meningkat, sakit kepala, sakit badan, dan anak menjadi rewel.

Influenza pada anak juga dapat disertai nyeri tenggorokan, batuk kering, pilek, diare, maupun muntah. Kemungkinan influenza perlu diperhatikan apabila terdapat orang sekitar yang mengalami gejala serupa.

Anggraini menyebut penularan influenza dapat terjadi dari lingkungan penitipan anak maupun sekolah tempat anak beraktivitas. Penularan juga dapat terjadi di rumah apabila terdapat anggota keluarga dengan gejala yang sama.

“Apalagi bilamana sekitarnya ada yang juga punya gejala yang sama, kemungkinan itu influenza. Apakah itu dari penitipan anak, atau dari sekolahnya, atau bahkan di rumah sekalipun,” katanya.

Anggraini menjelaskan air putih sangat baik diberikan kepada anak yang sedang mengalami influenza. Namun, cairan berasa juga dapat diberikan karena anak membutuhkan gula dan elektrolit selama mengalami sakit.

“Air putih sangat-sangat bagus, lebih bagus lagi bilamana berasa. Karena namanya anak-anak sedang sakit, dia tidak hanya membutuhkan air tetapi juga gula dan garam-garam di dalam tubuh,” ujarnya.

Cairan berasa tidak harus berupa minuman yang dibeli karena dapat berasal dari makanan keluarga sehari-hari. Anggraini menyebut air sop, air soto, air gula, serta air kelapa dapat diberikan selama kebersihannya terjaga.

Anggraini meminta orang tua memperhatikan aktivitas, kemauan minum, serta frekuensi buang air kecil anak. Anak perlu dibawa ke dokter apabila demam berlanjut setelah pemberian parasetamol, sementara tanda bahaya memerlukan penanganan IGD.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....