Kemenkes Dorong Telenicu Percepat Penanganan Pasien Neonatus
- 16 Sep 2026 16:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan meluncurkan layanan Telenicu untuk mempercepat konsultasi rujukan antarfasilitas kesehatan dalam menangani pasien neonatus yang membutuhkan perawatan intensif.
- Layanan Telenicu memungkinkan komunikasi secara real time sehingga keputusan penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
- Direktur Utama RSAB Harapan Kita menegaskan bahwa konsultasi Telenicu berlangsung antarfasilitas kesehatan, bukan antara pasien dengan rumah sakit tujuan rujukan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, layanan Telenicu mempercepat konsultasi rujukan dalam menangani pasien neonatus yang membutuhkan perawatan intensif. Layanan tersebut memungkinkan komunikasi secara real time, sehingga keputusan penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Direktur Utama Rumah Sakit Anak dan Ibu (RSAB) Harapan Kita, Reni Wigati menegaskan konsultasi Telenicu dilakukan antarfasilitas kesehatan. Konsultasi tersebut bukan berlangsung antara pasien dengan rumah sakit tujuan rujukan.
“Penekanannya, konsultasi Telenicu dilakukan antarfasilitas kesehatan, bukan antara pasien dengan rumah sakit tujuan rujukan. Layanan ini menghubungkan fasilitas kesehatan untuk membahas kondisi pasien secara langsung sebelum menentukan kebutuhan penanganan,” kata Reni Wigati saat konferensi pers usai Peluncuran Implementasi Rujukan Rawat Inap dan Gawat Darurat, Telekonsultasi dan Telementoring: TeleNICU & TelePediatrics di RSAB Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu, 16 September 2026.
Reni menjelaskan layanan Telenicu dikembangkan dari platform rujukan fasilitas kesehatan yang sebelumnya menggunakan komunikasi tertulis. Inovasi tersebut memungkinkan komunikasi real time untuk melengkapi informasi pasien bagi rumah sakit rujukan.
“Kadang kami di rumah sakit rujukan merasa perlu tambahan informasi. Kalau seperti berbalas surat, itu sangat makan waktu, sementara waktu sangat berarti untuk pasien-pasien dalam kondisi kritis,” ucap Reni.
Reni mengatakan konsultasi langsung membantu rumah sakit rujukan menentukan kebutuhan pasien berdasarkan informasi klinis dari fasilitas kesehatan. Proses tersebut memungkinkan keputusan penanganan pasien dilakukan lebih cepat sesuai kondisi klinis yang disampaikan fasilitas kesehatan.
Jika berdasarkan informasi awal pasien memang membutuhkan rujukan, rumah sakit rujukan dapat segera menyetujui proses tersebut. Namun, apabila pasien dinilai masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan asal, dokter spesialis dapat memberikan pendampingan secara jarak jauh.
“Kalau memang menurut kita Anda bisa, kita akan bimbing. Jadi sebenarnya pasien juga mendapat rujukan, tetapi secara fisik itu tetap selesai di rumah sakit tersebut,” ujar Reni.
Reni menambahkan pendampingan tersebut memungkinkan pasien memperoleh penanganan dokter spesialis atau subspesialis tanpa dipindahkan ke rumah sakit rujukan. Ia menjelaskan Telenicu merupakan layanan komunikasi rujukan khusus bagi pasien neonatus yang menjalani perawatan intensive care unit (ICU).
“Telenicu merupakan layanan komunikasi rujukan untuk pasien-pasien neonatus ICU. Neonatus itu artinya bayi baru lahir,” kata Reni.
Menurut Reni, pasien neonatus merupakan bayi sejak lahir hingga berusia 28 hari. Sementara itu, cakupan Telepediatrik lebih luas karena menangani konsultasi terkait pasien anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....