Wanita Rentan Terkena Infeksi Saluran Kemih, Ini Penyebabnya

  • 12 Sep 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang menyerang sistem kemih termasuk uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal ketika bakteri dari luar masuk melalui uretra.
  • Bakteri E. coli menjadi penyebab ISK paling umum, dengan mekanisme perpindahan dari anus ke uretra yang memungkinkan bakteri naik hingga ke kandung kemih.
  • Mayoritas kasus ISK terjadi saat bakteri berkembang biak di dalam saluran kemih setelah masuk melalui jalur uretra.

RRI.CO.ID, Jakarta - Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyerang sistem kemih, meliputi uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal. Sebagian besar kasus terjadi saat bakteri dari luar masuk lewat uretra lalu berkembang biak.

Melansir Halodoc, bakteri E. coli menjadi penyebab ISK paling umum. Perpindahan E. coli dari anus ke uretra memungkinkan bakteri naik hingga kandung kemih.

Selain E. coli, bakteri lain juga dapat memicu ISK dengan karakteristik berbeda. Di antaranya Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus saprophyticus, Enterococcus faecalis, dan Proteus mirabilis

Penderita ISK sering buang air kecil karena rasa tidak nyaman di saluran kemih. Gejala lain berupa nyeri atau sensasi terbakar, serta urine keruh atau berdarah.

Seringkali, penderita merasakan nyeri panggul dan tekanan pada perut bagian bawah. Urine berbau menyengat, demam, menggigil, mual, dan muntah bisa muncul jika infeksi mencapai ginjal.

Sementara itu, perempuan lebih rentan mengalami ISK dibanding laki-laki. Uretra perempuan lebih pendek, sehingga bakteri punya jarak lebih dekat menuju kandung kemih.

Uretra perempuan berukuran sekitar tiga hingga empat sentimeter, sehingga bakteri lebih mudah naik. Selain itu, uretra perempuan berdekatan dengan anus sehingga bakteri dari saluran pencernaan lebih mudah berpindah.

Aktivitas seksual dapat meningkatkan kemungkinan bakteri masuk ke uretra akibat tekanan dan gesekan. Kondisi ini bisa memicu honeymoon cystitis atau peradangan kandung kemih pascarelasi intim.

Kehamilan dan perubahan hormon juga membuat perempuan lebih rentan terkena ISK. Perubahan kondisi tubuh itu dapat memengaruhi pengosongan kandung kemih serta lingkungan saluran kemih.

ISK perlu ditangani dengan tepat karena infeksi yang tidak ditangani dapat menyebar menuju bagian sistem kemih lainnya. Pengobatan umumnya menggunakan antibiotik berdasarkan jenis bakteri, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien.

Pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, terutama menjaga kebersihan dan memastikan tubuh memperoleh cukup cairan.

Langkah pencegahan mencakup cukup minum air, tidak menahan buang air kecil, serta membersihkan genital dari depan.

Buang air kecil setelah berhubungan intim juga dapat membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk menuju uretra selama aktivitas. Perempuan juga dianjurkan menghindari produk pembersih kewanitaan beraroma yang berpotensi mengiritasi area uretra. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....