Jangan Asal, ternyata Begini Teknik Menyikat Gigi yang Benar!
- 12 Sep 2026 09:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menyikat gigi dengan cara yang salah, seperti durasi terlalu singkat atau tekanan berlebihan, masih sering terjadi tanpa disadari oleh masyarakat.
- Kebiasaan menyikat gigi yang salah dapat mengurangi efektivitas pembersihan dan berisiko mengganggu kesehatan gigi serta gusi.
- American Dental Association merekomendasikan menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk menjaga kesehatan gigi optimal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Cara menyikat gigi yang salah masih sering terjadi tanpa kita sadari, antara durasinya yang terlalu singkat atau tekanannya yang berlebihan. Kebiasaan tersebut bisa mengurangi efektivitas pembersihan dan berisiko mengganggu kesehatan gigi serta gusi.
Melansir American Dental Association, menyikat gigi dianjurkan minimal dua kali sehari. Pasta gigi yang digunakan juga sebaiknya yang mengandung fluoride.
Selain itu, setiap sesi sikat gigi perlu dilakukan selama kurang lebih dua menit. Durasi ini cukup untuk memastikan seluruh permukaan gigi terjangkau dan bersih.
Memilih sikat gigi yang tepat juga diperlukan. Seperti sikat dengan bulu yang lembut dan kepala berukuran kecil.
Tipe sikat ini lebih mudah dipakai. Karena ukurannya yang kecil lebih bisa menjangkau area gigi yang sulit, dan bulunya yang halus tidak akan melukai gusi.
Saat menyikat, posisi sikat sebaiknya membentuk sudut sekitar 45 derajat terhadap garis gusi. Gerakkan sikat gigi secara perlahan dengan pola memutar kecil, bukan menggosok permukaan gigi secara keras dari kiri ke kanan.
Seluruh permukaan gigi juga perlu dibersihkan secara bergantian. Area tersebut meliputi bagian dalam, bagian luar, permukaan kunyah, dan bagian belakang gigi geraham yang kerap terlewatkan.
Tekanan berlebih merupakan salah satu kesalahan yang perlu dihindari. Menyikat terlalu kuat tidak akan membuat gigi lebih bersih, tetapi justru mengikis email dan menyebabkan gusi menurun.
Agar tidak ada bagian yang terlewat, mulut bisa dibagi menjadi empat bagian. Masing-masing bagian disikat selama sekitar 30 detik, sehingga durasi keseluruhan menyikat gigi mencapai dua menit.
Bagian dalam gigi depan membutuhkan teknik khusus. Sikat bisa diposisikan secara vertikal, lalu digerakkan dengan cara naik dan turun secara lembut menggunakan ujung kepala sikat.
Lidah juga perlu dibersihkan dengan hati-hati. Langkah tersebut membantu mengurangi penumpukan bakteri yang bisa memicu bau mulut, walaupun tidak menggantikan pembersihan permukaan gigi.
Setelah menyikat gigi, sisa pasta gigi sebaiknya diludahkan tanpa berkumur menggunakan banyak air. Cara ini akan membantu mempertahankan fluoride lebih lama pada permukaan gigi.
Masyarakat juga disarankan untuk menunggu sekitar satu jam sebelum menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam. Jeda tersebut dapat membantu mengurangi risiko gesekan pada email yang sedang melemah.
Sikat gigi kemudian perlu dibilas dan disimpan dalam posisi tegak setelah dipakai. Penggantian disarankan dilakukan setiap tiga hingga empat bulan, atau lebih cepat jika bulu sikat telah rusak atau mekar. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....