Apa Itu Eksim? Kenali Ciri-Ciri dan Penyebabnya

  • 10 Sep 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rasa gatal yang terus-menerus dapat menjadi tanda awal eksim atau dermatitis, terutama jika disertai ruam dan kulit kering.
  • Eksim adalah peradangan kulit yang menimbulkan kemerahan, kekeringan, ruam, dan rasa gatal yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Eksim atau dermatitis umumnya tidak menular meskipun merupakan kondisi kulit yang memerlukan penanganan tepat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Rasa gatal yang terus muncul bisa jadi bukan sekadar masalah kulit biasa. Apalagi jika disertai ruam dan kulit kering yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melansir Halodoc, eksim adalah istilah untuk peradangan kulit yang menimbulkan kemerahan, kekeringan, ruam, dan rasa gatal. Kondisi ini juga dikenal sebagai dermatitis dan umumnya tidak menular.

Eksim terjadi saat kulit mengalami gangguan yang memicu respons peradangan. Respons sistem kekebalan yang berlebihan terhadap alergen atau iritan dapat memperparah kondisi tersebut.

Eksim dapat dialami siapa saja, tetapi kondisi tersebut umumnya mulai muncul sejak masa kanak-kanak. Eksim dapat berlangsung lama dan cenderung mengalami kekambuhan.

Ciri eksim yang paling mudah dikenali adalah kulit kering, bersisik, kemerahan, dan gatal. Pada kondisi tertentu, kulit juga bisa pecah, berkerak, menebal, atau terluka akibat garukan berulang.

Lokasi munculnya eksim bisa berbeda pada tiap orang, tergantung jenis dan kondisi kulit. Bagian yang rentan terdampak antara lain tangan, kaki, leher, dada, lutut, dan lipatan tubuh.

Penyebab eksim belum sepenuhnya diketahui karena dipengaruhi banyak faktor. Namun, kombinasi faktor genetik dan lingkungan diduga menjadi pemicu utama dalam kondisi tersebut.

Faktor genetik dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami eksim, terutama apabila terdapat riwayat kondisi serupa dalam keluarga. Mutasi gen tertentu juga dapat memengaruhi fungsi perlindungan kulit dan respons sistem kekebalan tubuh.

Selain faktor keturunan, lingkungan juga dapat memicu munculnya atau memperburuk gejala eksim pada seseorang. Pemicunya antara lain sabun, deterjen, debu, bulu hewan, serbuk sari, serta perubahan suhu.

Kulit yang terlalu kering juga membuat lapisan pelindung kulit lebih mudah terganggu dan rentan mengalami iritasi. Kondisi tersebut kemudian memudahkan berbagai pemicu masuk atau bereaksi sehingga peradangan dan gejala eksim dapat muncul.

Stres bukan penyebab utama eksim, tetapi kondisi tersebut dapat memperburuk gejala atau memicu kekambuhan pada sebagian orang. Perubahan hormon, keringat, cuaca ekstrem, serta makanan tertentu juga dapat menjadi pemicu.

Rasa gatal membuat penderita kerap menggaruk kulit, tetapi kebiasaan tersebut justru dapat memperparah iritasi dan menyebabkan luka. Garukan berulang dapat meningkatkan risiko infeksi ketika kulit mengalami luka terbuka.

Dalam kondisi tertentu, eksim dapat disertai infeksi sehingga muncul cairan atau nanah di kulit yang terluka. Melansir laman Siloam Hospitals, eksim basah dapat berkaitan dengan infeksi setelah kulit mengalami luka akibat garukan berulang.

Karena cenderung kambuh, penanganan eksim lebih berfokus pada mengendalikan gejala dan mencegah pemicunya muncul kembali. Perawatan dapat dilakukan dengan menjaga kelembapan kulit dan menghindari berbagai faktor pencetus. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....