Antisosial dan Suka Menyendiri, Apa Sebenarnya Perbedaannya?

  • 27 Agt 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Istilah antisosial sering disalahartikan dalam percakapan sehari-hari karena banyak orang menganggap seseorang yang senang menyendiri sebagai antisosial.
  • Antisocial Personality Disorder (ASPD) adalah gangguan kepribadian klinis yang ditandai dengan pola perilaku mengabaikan atau melanggar hak orang lain dan norma sosial.
  • Seseorang tidak dapat disimpulkan memiliki ASPD hanya karena jarang bersosialisasi atau lebih memilih menyendiri, karena kedua hal tersebut memiliki makna yang berbeda dalam konteks kesehatan mental.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kata antisosial kerap disalahartikan dalam perbincangan sehari-hari karena banyak orang menganggap seseorang yang senang menyendiri sebagai antisosial. Padahal, dalam konteks kesehatan mental, istilah tersebut memiliki makna yang berbeda.

Antisocial Personality Disorder (ASPD) merupakan gangguan kepribadian yang ditandai pola perilaku mengabaikan atau melanggar hak orang lain dan norma sosial. Karena itu, seseorang tidak dapat disimpulkan memiliki ASPD hanya karena jarang bersosialisasi atau lebih memilih menyendiri.

Menurut American Psychiatric Association (APA), seseorang yang merasa canggung saat bergaul, tidak banyak berbicara, atau memiliki lingkaran pertemanan kecil belum tentu memiliki ASPD. Kondisi tersebut perlu dibedakan dari gangguan kepribadian yang memiliki kriteria diagnosis tersendiri.

Stigma juga muncul ketika ASPD dikaitkan secara langsung dengan tindakan kriminal. Padahal, diagnosis tidak ditentukan berdasarkan satu kejadian, melainkan melalui penilaian menyeluruh terhadap pola perilaku oleh tenaga profesional.

Pemahaman yang keliru dapat memengaruhi cara masyarakat memperlakukan orang dengan gangguan tersebut. Memberikan label seperti “jahat”, “berbahaya”, atau “tidak punya perasaan” dapat memperkuat stigma terhadap kesehatan mental.

Di sisi lain, istilah antisosial dalam konteks ASPD perlu dibedakan dari penggunaan istilah asosial dalam percakapan sehari-hari. Istilah asosial lebih biasa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang cenderung tidak banyak terlibat dalam interaksi sosial.

Seseorang yang memilih menghabiskan waktu sendiri juga belum tentu mengalami masalah kesehatan mental. Preferensi untuk menyendiri dapat menjadi bagian dari pilihan pribadi selama tidak menunjukkan perilaku yang memenuhi kriteria gangguan tertentu.

Karena itu, istilah kesehatan mental perlu digunakan secara tepat dan tidak dijadikan label untuk menilai kepribadian seseorang. Diagnosis gangguan kepribadian juga tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan pengamatan singkat atau satu perilaku tertentu. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....