'Post Holiday Blues' setelah Lebaran, Ini Penjelasannya Dari Segi Psikologis

  • 22 Mar 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fenomena 'post holiday blues' menjadi istilah yang kerap muncul setelah masa liburan berakhir, salah satunya saat momen libur Lebaran.
  • Perpisahan dengan keluarga serta berakhirnya suasana hangat jadi salah satu pemicu utama kondisi tersebut.
  • Gejalanya antara lain sedih, lelah, cemas, hingga sulit berkonsentrasi saat kembali bekerja.

RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena 'post holiday blues' menjadi istilah yang kerap muncul setelah masa liburan berakhir. Kondisi ini merujuk pada perasaan sedih atau kehilangan semangat setelah kembali ke rutinitas.

Fenomena ini banyak terjadi salah satunya setelah momen Lebaran Idulfitri atau mudik ke kampung halaman yang penuh kebersamaan keluarga. Perpisahan dengan keluarga serta berakhirnya suasana hangat jadi salah satu pemicu utama kondisi tersebut.

Banyak orang mulai merasakan perubahan emosi yang tidak sederhana. Contohnya, perasaan hampa, perasaan ada sesuatu yang hilang, hingga menurunnya semangat kerja karena ikatan emosi dengan tempat asal.

Dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal sebagai 'post holiday blues'. Perasaan ini biasanya muncul karena perubahan drastis dari suasana liburan kembali aktivitas harian yang biasanya dilakukan.

Melansir dari Psikologi Universitas Indonesia, Psikolog Dian Wisnuwardhani mengatakan 'post holiday blues' mengacu pada perasaan yang dialami setelah liburan. Gejalanya antara lain sedih, lelah, cemas, hingga sulit berkonsentrasi saat kembali bekerja.

“Dampaknya pasti adalah merasa tidak nyaman, terus mungkin ada gejala-gejala, kondisi yang bikin jadi malas ke kantor, menunda pekerjaan misalnya,” kata Dian, dikutip dari keterangannya, 22 Maret 2026.

Selain itu, kembalinya rutinitas kerja yang padat dapat memicu rasa malas dan kehilangan motivasi. Perbedaan suasana antara liburan dan aktivitas normal menciptakan "kesenjangan emosional” yang dirasakan seseorang.

Dari sisi kesehatan mental, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan mereda dalam beberapa hari. Namun, jika berlangsung lama, kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi gangguan psikologis.

Para ahli menyarankan masyarakat untuk kembali beraktivitas secara bertahap setelah libur Lebaran. Menjaga pola hidup sehat dan tetap terhubung dengan orang terdekat juga dapat membantu memulihkan suasana hati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....