IDAI Soroti Cakupan Imunisasi Rendah, KLB Penyakit Menular Berpotensi Berulang
- 23 Agt 2026 02:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lebih dari satu juta anak belum mendapatkan imunisasi, sementara sejumlah provinsi memiliki cakupan imunisasi di bawah sepuluh persen
- Cakupan imunisasi campak harus lebih dari 95 persen untuk membentuk kekebalan komunitas dan mencegah kejadian luar biasa
- Vaksin tersedia gratis di puskesmas dan posyandu, sehingga Piprim mengajak semua pihak menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua IDAI Dokter Piprim Basarah Yanuarso menilai rendahnya cakupan imunisasi dapat memicu kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular. Ia menyebut masih ada lebih dari satu juta anak yang belum mendapatkan dosis imunisasi berdasarkan data yang tersedia di Kementerian Kesehatan.
Piprim juga menyoroti sejumlah provinsi yang memiliki cakupan imunisasi di bawah sepuluh persen. Menurutnya, kondisi tersebut membuat kejadian luar biasa berpotensi terus berulang di wilayah yang cakupan imunisasinya rendah.
Ia menjelaskan imunisasi harus memiliki cakupan tinggi agar kekebalan komunitas atau ‘herd immunity’ dapat terbentuk secara optimal. Piprim mencontohkan campak yang mampu menular dari satu orang kepada dua belas hingga enam belas anak lainnya.
“Uniknya imunisasi adalah dia harus cakupannya tinggi supaya terjadi kekebalan komunitas atau herd immunity. Jadi makin menular sebuah penyakit, makin harus tinggi cakupan yang ada,” kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dokter Piprim Basarah Yanuarso dalam Podcast ‘PROKES’ bersama PRO3 RRI di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Tingginya penularan campak membuat cakupan imunisasinya harus mencapai lebih dari 95 persen agar komunitas terlindungi. Bahkan, menurut Piprim, penurunan cakupan imunisasi dari 95 persen menjadi 70 persen dapat memicu kejadian luar biasa.
Piprim mengatakan vaksin telah tersedia secara gratis bagi masyarakat melalui puskesmas dan posyandu, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan. Menurutnya, kejadian luar biasa akan tetap muncul apabila masyarakat tidak memanfaatkan vaksin yang telah disediakan.
“Oleh karena itu, kita butuh kerja sama semua pihak supaya cakupan imunisasi itu tetap tinggi. Vaksinnya sudah ada gratis di puskesmas, di posyandu, tapi nggak dimanfaatkan, tentu saja KLD-nya akan tetap ada,” ujarnya.
Untuk mengetahui pembahasan lebih lengkap mengenai vaksinasi dan pentingnya imunisasi bagi anak, simak Podcast Pro3 Kesehatan ‘PROKES’. Podcast tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube RRI PRO3 dengan pembahasan kesehatan bersama narasumber terkait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....