Wamenkes Benjamin: Indonesia Perlu Perkuat Pemberantasan Tuberkulosis
- 10 Agt 2026 21:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia menempati posisi kedua dunia berdasarkan jumlah absolut kasus tuberkulosis yang tercatat.
- Berdasarkan perhitungan per 100 ribu penduduk, Indonesia memiliki angka kasus TB tertinggi di dunia, menunjukkan urgensi penanganan masalah kesehatan ini.
- Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus menegaskan pemerintah memperkuat upaya pemberantasan tuberkulosis melalui penguatan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penemuan kasus dan penanganan penderita.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus menegaskan pemerintah memperkuat pemberantasan tuberkulosis, mengingat tingginya kasus TB yang masih terjadi. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penemuan kasus dan penanganan penderita TB.
Benjamin menyebut Indonesia menempati posisi kedua dunia berdasarkan jumlah kasus tuberkulosis yang tercatat. Namun, berdasarkan perhitungan per 100 ribu penduduk, Indonesia menjadi negara dengan angka kasus TB tertinggi di dunia.
“Karena Indonesia ini nomor dua di dunia kasus TB di dunia. Kalau per seratus ribu penduduk, kita nomor satu di dunia,” kata Benjamin Paulus saat konferensi pers di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Senin, 10 Agustus 2026.
| Baca juga: Penderita TBC di Tangerang Capai 5.101 Kasus |
Ia menjelaskan, Presiden meminta dirinya terlibat langsung dalam penanganan TB karena memiliki latar belakang sebagai dokter paru. Benjamin menyebut dirinya telah berkeliling ke 21 provinsi untuk mengedukasi pemerintah daerah mengenai pentingnya pengendalian dan pemberantasan TB.
“Presiden panggil saya karena saya ahli paru. ‘Dok Benny, kamu kan ahli paru, kamu beresin’. Saya sudah keliling 21 provinsi menjelaskan semua ini, baik ke gubernur, bupati, kepala dinas,” ujarnya.
Menurut Benjamin, kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan TB. Ia menyebut sejumlah daerah telah dikunjungi, termasuk Riau, Jawa Tengah, dan Blora.
“Karena Kementerian Kesehatan tidak bisa kerja sendiri. Yang diurus hampir 289 juta orang,” katanya.
Benjamin menegaskan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah penting memperkuat upaya pemberantasan tuberkulosis (TB) di Indonesia. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar penanganan dan pencegahan TB dapat berjalan optimal serta menjangkau masyarakat secara luas.
“Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan agar pemberantasan TB berjalan optimal. Sinergi tersebut penting untuk mempercepat penanganan TB secara menyeluruh di berbagai daerah Indonesia,” kata Benjamin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....