IDAI Gaungkan Gerakan ASI Eksklusif hingga Dua Tahun
- 08 Agt 2026 21:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IDAI mempromosikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dengan kelanjutan hingga usia dua tahun sebagai standar kesehatan optimal untuk anak.
- Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso menekankan bahwa gerakan ASI harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan hanya kegiatan seremonial tanpa dampak berkelanjutan.
- Peningkatan cakupan pemberian ASI memerlukan komitmen dan tindakan konkret dari ibu-ibu untuk mencapai persentase pemberian ASI penuh yang lebih tinggi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggaungkan atau menyebarluaskan gagasan gerakan pemberian Air Susu Ibu eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun. Upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI perlu diwujudkan melalui aksi nyata dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Alhamdulillah pada pagi hari ini kita mengadakan satu acara yang saya kira sangat penting. Mudah-mudahan tidak hanya sekadar seremonial, tapi dilanjutkan dengan tindakan nyata yang intinya bisa berusaha meningkatkan persentase ibu-ibu yang memberikan ASI penuh selama dua tahun,” kata Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso saat memberikan sambutan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, Jawa Barat, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Ia menilai keberhasilan pemberian ASI dapat dimulai melalui pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Menurutnya, cakupan IMD di Indonesia masih tergolong rendah, padahal berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
“Untuk keberhasilan ASI itu bisa dimulai dengan Inisiasi Menyusui sejak Dini (IMD). Di Indonesia ini masih rendah, padahal itu juga salah satu hal yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif,” ucap Piprim.
Piprim menekankan dukungan keluarga, termasuk ayah, kakek, dan nenek, berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI kepada anak. Menurutnya, dukungan keluarga dapat membantu ibu mempertahankan pemberian ASI eksklusif hingga anak berusia enam bulan.
“Dukungan dari keluarga sekitar ini juga sangat penting, terutama kakek neneknya. Ini ada istilah baru, kakek ASI, selain ayah ASI,” ucap Piprim.
Piprim mengajak seluruh masyarakat mendukung gerakan ASI eksklusif, termasuk memberikan ruang dan dukungan kepada ibu menyusui yang bekerja. Ia menilai dukungan lingkungan kerja penting agar ibu tetap dapat memberikan ASI secara optimal kepada anak.
“Kami mohon bantuan dari segenap lapisan masyarakat untuk ikut mendukung gerakan ASI eksklusif ini. Ini bisa di mana saja berada,” ujar Piprim.
Piprim menyoroti gempuran iklan di media dan media sosial yang memengaruhi pilihan masyarakat terkait asupan anak. Ia mengajak masyarakat memperkuat edukasi agar pemberian ASI eksklusif tetap menjadi pilihan utama bagi keluarga.
“Gempuran iklan-iklan di media, di media sosial maupun platform lain ini saya kira cukup gencar. Ini tentu saja perlu dukungan kita semua,” katanya.
Piprim menilai gerakan ASI membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk influencer dan pegiat kampanye pemberian ASI. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendorong masyarakat memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia dua tahun.
“Kita butuh perjuangan kita semua supaya anak-anak Indonesia bisa mendapatkan ASI eksklusif. Bahkan ASI hingga dua tahun, termasuk dukungan juga buat ibu bekerja,” kata Piprim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....