Pemda Tangerang Perkuat Pencegahan Stunting pada 2026
- 07 Agt 2026 05:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kabupaten Tangerang mencatat 14.057 anak mengalami stunting sepanjang 2026.
- Kota Tangerang Selatan memperkuat pencegahan stunting melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan.
- Kota Tangerang menargetkan 281.735 anak dalam Program Pemberian Obat Pencegahan Massal Cacingan.
RRI.CO.ID, Tangerang - Kabupaten Tangerang mencatat 14.057 anak mengalami stunting sepanjang 2026 sehingga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Pemerintah daerah (pemda) memperkuat berbagai program pencegahan stunting melalui peningkatan gizi, edukasi, dan pemberian air susu ibu.
Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan menjalankan program berbeda untuk menekan angka stunting. Ketiga pemerintah daerah mengutamakan pemenuhan gizi, pencegahan penyakit, serta edukasi kesehatan bagi anak dan keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyampaikan angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satu caranya meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
"Jumlah stunting di Kabupaten Tangerang saat ini tercatat sebanyak 14.057 anak," ujar Hendra dalam keterangan kepada RRI.co.id , Jumat 7 Agustus 2026.
Dinkes Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Pekan Menyusui Sedunia tingkat Kabupaten Tangerang sebagai salah satu upaya menekan stunting. Kegiatan itu kembali menghadirkan prosesi Wisuda ASI Eksklusif yang telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut.
"Program ini diberikan kepada bayi yang telah mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya," kata Hendra.
Sebanyak 132 bayi mengikuti Wisuda ASI Eksklusif setelah memperoleh ASI eksklusif sejak lahir hingga usia enam bulan. Kegiatan tersebut juga mengedukasi para ibu agar melanjutkan pemberian ASI sampai anak berusia dua tahun.
"Karena mampu mendukung pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh. Serta memenuhi kebutuhan gizi bayi pada awal kehidupan," ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni kembali melaksanakan Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacingan. Program tersebut menargetkan 281.735 anak berusia satu hingga 12 tahun di seluruh Kota Tangerang.
Sasaran program meliputi peserta posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan madrasah ibtidaiyah. Data sasaran dihimpun dari seluruh puskesmas di wilayah Kota Tangerang.
"Penyakit cacingan sering kali tidak bergejala berat diawal, namun dampaknya dalam jangka panjang sangat berbahaya," ujar Dini.
Dinkes Kota Tangerang mengingatkan cacing dapat menyerap nutrisi penting sehingga meningkatkan risiko anemia, gizi buruk, dan stunting. Dinkes juga mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengonsumsi obat cacing sesuai anjuran petugas.
"Selain meminum obat cacing secara berkala, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk konsisten menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Red)," ucap Dini.
Sejauh ini pemerintah Kota Tangerang Selatan terus menggencarkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Demikian disampaikan, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan.
Edukasi kepada anak-anak, ibu hamil, dan keluarga terus dilakukan secara intensif. Salah satunya melalui peningkatan konsumsi protein hewani sekaligus memperkuat pencegahan stunting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....