Menkes Akui Pelaksanaan CKG Belum Penuhi Ekspektasi Masyarakat

  • 04 Agt 2026 19:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih belum memenuhi ekspektasi masyarakat.
  • Pemerintah kini berfokus membenahi kualitas layanan setelah sebelumnya mengejar perluasan cakupan peserta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih belum memenuhi ekspektasi masyarakat. Pemerintah kini berfokus membenahi kualitas layanan setelah sebelumnya mengejar perluasan cakupan peserta.

“Memang saya juga mesti akui ya dengan segala kerendahan hati, program ini yang awal kita kejar cakupannya dulu. Sekarang kita mengejar tata laksananya dan saya butuh masukan,” kata Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers laporan dan evaluasi CKG di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi berbagai masukan masyarakat mengenai kualitas layanan CKG yang dinilai belum seragam di setiap puskesmas. Keluhan tersebut mulai dari pemeriksaan yang dianggap kurang menyeluruh hingga pelayanan yang dinilai belum maksimal.

Menurut Menkes Budi, salah satu aspek yang sedang dievaluasi ialah banyaknya jenis pemeriksaan dalam paket CKG. Menkes Budi menilai pemeriksaan yang semula mencapai 13 hingga 16 jenis justru menyulitkan pelaksanaan di lapangan.

“Yang harus kami perbaiki ialah jumlah pemeriksaan karena terlalu banyak sehingga menyulitkan pelaksanaan di lapangan. Ekspektasi masyarakat sudah tinggi, sehingga tata laksana layanan harus kami sederhanakan agar lebih optimal dan berkualitas,” ucap Menkes Budi.

Sementara, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menjelaskan keterbatasan jumlah pemeriksaan juga berkaitan dengan alokasi anggaran program. Dana yang disediakan pemerintah difokuskan untuk pemeriksaan dasar serta skrining awal sebelum peserta menjalani pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.

“Rp2 juta diberikan oleh Bapak Presiden kepada masyarakat supaya bisa dipakai pada saat anamnesis. Pada saat tanya jawab, kalau ada penyakit yang memang harus diperiksa lebih lanjut, segera diperiksa,” kata Dante.

Oleh karena itu, Dante menegaskan pihaknya terus membenahi kualitas layanan sekaligus meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap Program CKG. Upaya tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang disediakan pemerintah secara gratis.

“Saya sempat diskusi sama Bu Endang, kita kalah populer sama program-program yang drama lainnya. Apa kita perlu bikin drama juga seperti itu biar populer,” kata Dante.

Dante mengatakan hasil survei di lima kota besar menunjukkan tingkat pengenalan masyarakat terhadap Program Cek Kesehatan Gratis masih di bawah 50 persen. Pemerintah meningkatkan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah disediakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....