Modernisasi Layanan Kesehatan Perkuat Keaktifan Peserta JKN

  • 05 Agt 2026 00:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPJS Kesehatan meluncurkan Program NADI JKN demi menjaga keaktifan peserta.
  • Sebanyak 3.147 mitra Gojek bergabung untuk mendapatkan jaminan perlindungan kesehatan.
  • Pemerintah meremajakan 350 rumah sakit untuk memperluas akses kesehatan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah meremajakan 350 rumah sakit nasional demi meningkatkan kualitas modernisasi layanan kesehatan masyarakat. Program strategis tersebut juga mencakup rencana pembaruan 10.000 puskesmas di seluruh desa secara berkelanjutan.

Sementara itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatatkan cakupan kepesertaan sebesar 98,60 persen di Indonesia. Lembaga tersebut juga merilis Program Menabung Demi Iuran (NADI) JKN bagi masyarakat pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda Raffi Ahmad mendukung penuh langkah pembenahan fasilitas kesehatan. Saat ini, pembangunan 22 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) telah resmi rampung pada tahun 2025.

"Sesuai dari arahan Pak Presiden, akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas itu menjadi fondasi dan fundamental kita dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan juga untuk maju ke depan. Dan juga pemerintah, kami semua sedang fokus untuk memperbaiki layanan kesehatan sebagaimana yang disampaikan langsung oleh Bapak Presiden, Bapak Prabowo," kata Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, yang juga menjabat Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad.

"Pemerintah akan membangun dan juga meremajakan atau modernisasi 350 rumah sakit dalam waktu tiga tahun ke depan dan telah menyelesaikan pembangunan 22 RSUD pada tahun 2025 dan insaallah 22 rumah sakit di tahun 2026," katanya.

BPJS Kesehatan mencatat tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional baru mencapai sebesar 80,25 persen. Capaian kepesertaan tersebut melingkupi 98,60 persen dari total seluruh penduduk Indonesia.

Lembaga tersebut merilis program Menabung Demi Iuran (NADI) JKN untuk membantu masyarakat menyiapkan dana secara bertahap. Program baru ini ditujukan bagi peserta pekerja bukan penerima upah yang memiliki penghasilan tidak tetap harian.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyatakan bahwa skema ini menjadi strategi reaktivasi bagi peserta JKN. Pembiayaan klaim perawatan medis harian mencapai Rp500 miliar dengan total pengumpulan iuran bulanan Rp14 triliun.

"BPJS Kesehatan ini sehari melaksanakan pelayanan pada 2 juta pelayanan. Itu Rp500 miliar sehari, sebulan Rp16 triliun, yang kita kumpulkan Rp14 triliun," kata Prihati Pujowaskito.

Mitra pengemudi ojek online Budi Purnama mengapresiasi kemudahan sistem pendaftaran rujukan berbasis aplikasi digital. Sebanyak 3.147 mitra Gojek tercatat telah resmi bergabung untuk memperoleh jaminan perlindungan kesehatan keluarga.

"Bagi saya mitra Gojek, dengan adanya program ini (NADI JKN-red) sangat membantu untuk saya yang mempunyai penghasilan yang tidak tetap, ya. Karena iuran BPJS Kesehatan itu sangat penting bagi saya yang bekerja di jalanan," kata salah seorang mitra Gojek, Budi Purnama.

Peserta Program NADI JKN Muhammad Yusuf Ramdani merasakan langsung dampak positif dari skema cicilan. Tagihan bulanan sebesar Rp140.000 kini dapat diangsur menjadi nominal Rp17.500 selama lima hari berkala.

"Ya, kalau menurut saya sih kalau untuk saat ini cukup untuk program NADI ini ya. Karena saya dan keluarga sudah terbantu gitu. Untuk potongannya, untuk cicilannya ini per harinya lumayan membantulah," ujar salah seorang peserta NADI JKN, Ramdani.

Peserta jaminan kesehatan asal Tangerang Sadiman merasa lebih terjangkau dalam menanggung lima anggota keluarga. Pembayaran iuran bulanan sebesar Rp175.000 dapat dialihkan menjadi simpanan harian secara jauh lebih ringan.

"Alhamdulillah saya menanggung lima orang termasuk saya sendiri. Jadi karena untuk ada BPJS Kesehatan yang diangsur, jadi kita merasa lebih ringan gitu, Bang," ucap Sadiman.

Tingkat keaktifan peserta tercatat sebesar 80,25 persen demi mendukung keberlangsungan program perlindungan sosial masyarakat. BPJS Kesehatan menjalankan uji coba pada lima kantor cabang bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....