Dokter Dorong Skrining Kanker Tepat Sasaran

  • 25 Mei 2026 08:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MRCCC Siloam Hospital menekankan pentingnya skrining kanker berbasis risiko dan populasi sasaran.
  • Materi itu disampaikan dalam workshop Comprehensive Cancer Screening dalam acara MRCCC Siloam Semanggi kembali menyelenggarakan The 6th Siloam Oncology Summit 2026 pada 22–24 Mei 2026 di Jakarta
  • Pendekatan itu dinilai mampu meningkatkan deteksi dini serta menekan angka kematian akibat kanker.

RRI.CO.ID, Jakarta - MRCCC Siloam Hospital menekankan pentingnya skrining kanker berbasis risiko dan populasi sasaran. Pendekatan itu dinilai mampu meningkatkan deteksi dini serta menekan angka kematian akibat kanker.

Materi itu disampaikan dalam workshop Comprehensive Cancer Screening dalam acara MRCCC Siloam Semanggi kembali menyelenggarakan The 6th Siloam Oncology Summit 2026 pada 22–24 Mei 2026 di Jakarta. Workshop diikuti dokter umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Dokter spesialis hematologi onkologi medik, Santi Christiani Gultom membeberkan, perbedaan skrining dan deteksi dini. Menurutnya, skrining menyasar populasi sehat dengan cakupan pemeriksaan lebih luas.

“Screening tidak bertujuan menegakkan diagnosis penyakit. Screening hanya memilah populasi berisiko dan tidak berisiko,” kata dr. Santi.

Oleh sebab itu, tes harus praktis, aman, sederhana. “Selain itu juga tersedia terapi jika ditemukan hasil positif,” ucapnya.

Ia menilai program skrining harus berbasis bukti ilmiah dan efektif secara biaya. Metode pemeriksaan juga harus mudah diterima seluruh kelompok masyarakat.

Pada kanker paru, pemeriksaan low-dose CT atau LDCT menjadi standar skrining populasi berisiko. Kelompok sasaran mencakup perokok aktif atau mantan perokok usia di atas 50 tahun.

LDCT dinilai lebih detail dibandingkan rontgen toraks dengan paparan radiasi lebih rendah. Hasil pemeriksaan juga dapat diketahui dalam waktu relatif singkat.

Untuk kanker payudara, mamografi dianjurkan bagi perempuan usia di atas 45 tahun. Pemeriksaan dapat dilakukan lebih awal jika terdapat riwayat kanker dalam keluarga.

Melalui program SELANGKAH, RS Siloam Group menyediakan skrining kanker payudara gratis. Program itu menjangkau 52 ribu perempuan sepanjang 2023 hingga 2025.

Sebanyak tiga ribu peserta menjalani pemeriksaan mamografi melalui program tersebut. Pemeriksaan mutasi genetik BRCA juga dianjurkan bagi kelompok dengan faktor keturunan.

Dokter spesialis obstetri ginekologi konsultan onkologi ginekologi, Widyorini Lestari Hanafy, menyoroti skrining kanker serviks di Indonesia. Menurutnya, dokter umum dan bidan menjadi garda terdepan pemeriksaan kanker serviks daerah.

Metode skrining kanker serviks meliputi Pap smear, IVA, dan HPV DNA. Pemeriksaan HPV DNA diproyeksikan menjadi standar skrining nasional pada layanan kesehatan dasar.

Dr. Widyorini menyebut sensitivitas Pap smear masih sekitar 60 persen. Sementara metode IVA lebih sederhana, namun membutuhkan pelatihan tenaga kesehatan secara berulang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....