Waspadai Makanan yang Harus Dihindari oleh Ibu Hamil
- 30 Jul 2026 14:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kehamilan memerlukan perhatian ekstra dalam memilih makanan yang dikonsumsi setiap hari untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
- Beberapa jenis makanan berisiko membahayakan ibu hamil dan janin apabila dikonsumsi tanpa memperhatikan keamanan dan cara pengolahannya.
- Menjaga pola makan selama kehamilan penting untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mengurangi risiko infeksi pada ibu hamil dan janin.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kehamilan menjadi masa penting yang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam memilih makanan yang dikonsumsi setiap hari. Beberapa jenis makanan ternyata berisiko membahayakan ibu maupun janin apabila dikonsumsi tanpa memperhatikan keamanan dan cara pengolahannya.
Menjaga pola makan selama kehamilan penting untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak dan mengurangi risiko infeksi. Karena itu, ibu hamil dianjurkan mengenali berbagai makanan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan.
Melansir dari berbagai laman kesehatan, berikut jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil agar kandungan tetap sehat:
1. Ikan dengan Kandungan Merkuri Tinggi
Ikan seperti hiu, ikan todak, makarel raja, dan tuna berukuran besar mengandung merkuri dalam jumlah tinggi. Paparan merkuri berlebihan dapat mengganggu perkembangan sistem saraf dan otak janin selama berada di dalam kandungan.
Ibu hamil tetap boleh mengonsumsi ikan, tetapi sebaiknya memilih jenis rendah merkuri seperti salmon, lele, atau sarden. Mengatur porsi dan frekuensi konsumsi juga membantu memperoleh manfaat omega-3 tanpa meningkatkan risiko paparan merkuri berlebih.
2. Daging atau Telur Mentah dan Setengah Matang
Daging dan telur yang belum matang sempurna berpotensi mengandung bakteri Salmonella maupun parasit Toxoplasma. Mikroorganisme tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi serius yang membahayakan kesehatan ibu dan perkembangan janin.
Pastikan seluruh bagian daging matang sempurna sebelum dikonsumsi dan hindari telur dengan kuning yang masih cair. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko keracunan makanan selama masa kehamilan.
3. Susu dan Produk Olahan yang Tidak Dipasteurisasi
Susu mentah serta keju yang dibuat dari susu tidak dipasteurisasi berisiko mengandung bakteri Listeria. Infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga infeksi berat pada janin.
Sebaiknya pilih susu, yogurt, dan keju yang telah melalui proses pasteurisasi agar lebih aman dikonsumsi. Informasi mengenai proses tersebut biasanya tercantum dengan jelas pada label kemasan produk.
4. Seafood Mentah
Sushi, sashimi, tiram mentah, maupun kerang yang belum dimasak dapat membawa bakteri, virus, atau parasit berbahaya. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi saluran pencernaan selama kehamilan.
Apabila ingin menikmati hidangan laut, pilih seafood yang telah dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Proses pemanasan membantu membunuh sebagian besar mikroorganisme penyebab penyakit pada makanan laut.
5. Hati dan Jeroan dalam Jumlah Berlebihan
Hati sapi maupun berbagai jenis jeroan mengandung vitamin A dalam bentuk retinol yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan selama kehamilan dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan perkembangan janin pada sebagian kondisi.
Meski mengandung zat besi dan nutrisi penting, konsumsi hati sebaiknya dibatasi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pola makan yang beragam tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil secara seimbang. (Shafa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....