Hari Anak Nasional, Pakar Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental sejak Bayi

  • 22 Jul 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kesehatan mental anak harus dibangun sejak usia dini dengan prioritas yang sama seperti pemenuhan gizi, imunisasi, dan tumbuh kembang fisik.
  • Kesehatan mental anak bukan hanya bebas dari gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan untuk berkembang optimal, mengenali kelebihan dan kekurangan diri.
  • Anak yang sehat mental mampu menyelesaikan masalah secara bertahap dan mandiri, menjadi fondasi penting menjelang Hari Anak Nasional pada 23 Juli.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menjelang Hari Anak Nasional pada 23 Juli, para ahli mengingatkan pentingnya membangun kesehatan mental anak sejak usia dini. Fondasi tersebut dinilai sama pentingnya dengan pemenuhan gizi, imunisasi, maupun tumbuh kembang fisik.

Psikolog Prof. Dr. Endang Widyorini mengatakan kesehatan mental bukan sekadar kondisi bebas dari gangguan psikologis. Menurutnya, anak yang sehat mental mampu berkembang optimal, mengenali kelebihan dan kekurangannya, serta mampu menyelesaikan masalah secara bertahap.

"Anak yang sehat mental mampu berkembang optimal, mengenali kelebihan dan kekurangannya, serta menjalin hubungan baik dengan orang lain. Ketika menghadapi masalah, ia juga berusaha mencari jalan keluar secara bertahap," kata Endang saat berbincang bersama RRI Pro3, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan kesehatan mental mulai terbentuk sejak bayi melalui rasa aman, kasih sayang, dan kelekatan emosional dengan orang tua. Masa usia nol hingga dua tahun menjadi periode penting untuk membangun rasa percaya diri dan kepercayaan anak terhadap lingkungannya.

Endang menilai pola asuh orang tua menjadi faktor utama dalam pembentukan kesehatan mental anak. Orang tua tidak hanya dituntut memberi kasih sayang, tetapi juga menjadi teladan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

"Dari awal kehidupan, anak harus merasakan kasih sayang, penghargaan, dan kelekatan dengan orang tuanya. Jika hubungan terbangun dengan baik, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang menjadi ciri kesehatan mental," ujarnya.

Menurut Endang, kebiasaan memberi label negatif kepada anak justru dapat melukai harga dirinya. Ia mengingatkan orang tua untuk menghindari sikap menghakimi agar anak berani berkata jujur.

"Kenapa anak berbohong, karena takut hukuman. Kalau orang tua belum yakin itu kesalahan anak, jangan langsung menghakimi," kata Endang.

Selain pola asuh, Endang mengingatkan orang tua agar memperhatikan kualitas konten digital yang diakses anak. Menurutnya, pendampingan dan aktivitas bersama keluarga lebih penting daripada sekadar membatasi durasi penggunaan gawai.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi memaparkan hasil Cek Kesehatan Gratis. Sekitar 4,5 persen anak yang menjalani skrining terindikasi mengalami depresi atau kecemasan.

Menurut Imran, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perkembangan teknologi informasi hingga perubahan pola pengasuhan. Ia mengutip WHO bahwa separuh gangguan kesehatan mental mulai muncul sebelum usia 14 tahun.

"Masalah kesehatan mental tidak hanya dialami orang dewasa. Separuh gangguan kesehatan jiwa mulai muncul sebelum usia 14 tahun sehingga anak lebih rentan terhadap tekanan," katanya.

Menurut Imran, Kementerian Kesehatan telah mengintegrasikan aspek kesehatan mental ke dalam layanan ibu dan anak. Upaya tersebut dilakukan melalui pemeriksaan kehamilan, kelas ibu hamil, edukasi positive parenting, serta pemantauan tumbuh kembang di Posyandu.

"Pemenuhan kebutuhan dasar anak harus dibarengi pola pengasuhan positif dan dukungan emosional keluarga. Anak juga perlu dilindungi dari kekerasan, perundungan, serta dampak negatif dunia digital," ujar Imran.

Ia berharap Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa kesehatan mental anak merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang aman agar anak tumbuh sehat secara emosional. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....