Hari Hepatitis Sedunia Diperingati Setiap 28 Juli, Ini Sejarah dan Maknanya
- 28 Jul 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Hepatitis Sedunia diperingati setiap 28 Juli untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya hepatitis.
- Tanggal 28 Juli dipilih sebagai penghormatan kepada Dr. Baruch Samuel Blumberg.
- WHO menargetkan eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia atau World Hepatitis Day setiap tahunnya. Peringatan tersebut menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit hepatitis.
Melansir Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Hari Hepatitis Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap hepatitis virus. Peringatan tersebut juga mendorong pencegahan, deteksi dini, serta perluasan akses pengobatan bagi para penderita.
Sejarah Hari Hepatitis Sedunia
Tanggal 28 Juli dipilih untuk menghormati hari kelahiran Dr. Baruch Samuel Blumberg. Ia merupakan ilmuwan Amerika Serikat peraih Hadiah Nobel Kedokteran pada 1976.
Dr. Blumberg berhasil mengidentifikasi virus Hepatitis B pada 1967 melalui penelitiannya. Ia kemudian mengembangkan vaksin pertama untuk mencegah penyakit tersebut.
Sebelum diperingati setiap 28 Juli, gerakan kepedulian hepatitis bermula dari komunitas pasien dunia. Mereka menggelar International Hepatitis C Awareness Day pada 1 Oktober 2004.
Kegiatan tersebut diprakarsai World Hepatitis Alliance bersama berbagai organisasi pasien internasional. Gerakan itu mendorong perhatian dunia terhadap ancaman hepatitis.
Seiring meningkatnya kasus hepatitis, WHO memperkuat respons melalui Majelis Kesehatan Dunia. Langkah tersebut menjadi dasar penetapan Hari Hepatitis Sedunia.
Melalui resolusi WHA63.18 pada Mei 2010, WHO menetapkan Hari Hepatitis Sedunia setiap 28 Juli. Peringatan resmi pertama di bawah naungan WHO digelar pada 2011.
Mengapa Hari Hepatitis Sedunia Penting?
Hepatitis masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di berbagai negara. Penyakit tersebut disebabkan virus Hepatitis A, B, C, D, dan E.
Hepatitis sering dijuluki silent killer karena berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat banyak penderita terlambat mendapatkan penanganan.
Tanpa diagnosis dan pengobatan yang tepat, hepatitis kronis dapat berkembang menjadi sirosis hati. Penyakit tersebut juga meningkatkan risiko kanker hati.
Karena itu, masyarakat didorong menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi dini membantu meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan hepatitis.
WHO juga mengampanyekan pentingnya vaksinasi Hepatitis B sejak bayi baru lahir. Vaksin menjadi langkah efektif mencegah penularan penyakit tersebut.
Target Eliminasi Hepatitis 2030
Hari Hepatitis Sedunia kini menjadi bagian kampanye kesehatan global setiap tahunnya. Momentum tersebut dimanfaatkan memperkuat edukasi serta menghapus stigma terhadap penyandang hepatitis.
Selain itu, WHO mengajak seluruh negara memperluas layanan pencegahan dan pengobatan hepatitis. Upaya tersebut mendukung target eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....