Maroko Nyaris Ukir Sejarah Lebih Besar, Regragui Ungkap Target Final Piala Dunia

  • 28 Jul 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mantan pelatih timnas Maroko, Walid Regragui mengungkap, kisah di balik perjalanan bersejarah Atlas Lions pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
  • Regragui mengatakan, dirinya langsung menyampaikan syarat kepada Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko sebelum menerima tawaran melatih timnas. Menurutnya, Maroko tidak boleh datang ke Piala Dunia hanya sebagai pelengkap peserta.
  • Setelah pertandingan itu, para pemain memperoleh kepercayaan diri yang besar. Lalu datang kemenangan atas Belgia yang memberi kami keyakinan lebih besar akan kemampuan kami untuk melangkah jauh

RRI.CO.ID, Jakarta - Mantan pelatih timnas Maroko, Walid Regragui mengungkap, kisah di balik perjalanan bersejarah Atlas Lions pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Sejak awal menerima jabatan tersebut, targetnya bukan hanya membawa Maroko tampil kompetitif, melainkan bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

Regragui mengatakan, dirinya langsung menyampaikan syarat kepada Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko sebelum menerima tawaran melatih timnas. Menurutnya, Maroko tidak boleh datang ke Piala Dunia hanya sebagai pelengkap peserta.

"Saya bilang, tidak akan menerima tugas ini jika tujuannya hanya sekadar berpartisipasi. Maroko tidak boleh pergi ke Piala Dunia hanya untuk hadir, tetapi untuk menjadi tim yang mampu bersaing," kata Regragui dalam pengakuannya seperti dilansir El Botola, Selasa, 28 Juli 2026.

Pelatih berusia 50 tahun itu mengakui, tantangan terbesarnya adalah waktu persiapan yang sangat terbatas. Ia hanya memiliki sekitar tiga bulan untuk membangun tim, menyusun strategi, sekaligus membentuk staf kepelatihan.

"Kami harus memanggil kembali sejumlah pemain, membangun identitas tim, menyusun gagasan taktis. Dan, membentuk staf teknis, dan semua itu dalam waktu yang sangat singkat," ucap Regragui.

Menurut Regragui, hasil imbang melawan Kroasia pada laga pembuka menjadi titik awal kebangkitan Maroko. Hasil tersebut, meningkatkan kepercayaan diri para pemain sebelum akhirnya mengalahkan Belgia dan melaju hingga babak gugur.

"Setelah pertandingan itu, para pemain memperoleh kepercayaan diri yang besar. Lalu datang kemenangan atas Belgia yang memberi kami keyakinan lebih besar akan kemampuan kami untuk melangkah jauh," ujar Regragui.

Kemudian, Regragui menegaskan, lolos dari fase grup bukanlah tujuan akhir Maroko. Ia bahkan langsung menantang para pemain untuk menciptakan sejarah dengan menyingkirkan Spanyol.

Lalu, melanjutkan langkah besar Maroko dengan mengalahkan Portugal. Semua itu, demi membawa Afrika untuk pertama kalinya ke semifinal Piala Dunia.

"Setelah lolos dari fase grup, saya bilang kepada para pemain bahwa sudah tiba saatnya menorehkan sejarah Maroko dengan menyingkirkan Spanyol. Dan setelah mengalahkannya, tujuan kami menjadi menorehkan sejarah Afrika dengan lolos ke semifinal atas Portugal," kata Regragui.

Keberhasilan melaju ke semifinal pada Piala Dunia 2022 tidak membuat Maroko kehilangan ambisi. Regragui mengungkapkan, timnya memasuki pertandingan melawan Prancis dengan keyakinan penuh bisa lolos ke final dan bahkan memenangi Piala Dunia.

"Kami benar-benar meyakini kemungkinan memenangi Piala Dunia. Karena itulah kami memasuki laga melawan Prancis dengan ambisi yang sama," kata Regragui.

Meski akhirnya tersingkir, Regragui menilai, pencapaian di Qatar menjadi titik balik sepak bola Maroko. Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi fondasi agar tim nasional mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi dunia.

"Setelah kembali ke Maroko, kami mulai memikirkan apa yang kami butuhkan, menjadi tim berkelanjutan bersaing di level tertinggi. Karena mencapai semifinal seharusnya menjadi awal, bukan akhir," ujar Regragui.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....