Kemenkes Dorong Teman Sebaya Cegah Gangguan Mental Remaja
- 23 Jul 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat pencegahan gangguan kesehatan mental remaja melalui program First Aider Luka Psikologis di sekolah.
- Psikolog Klinis Sulastry Pardede mengatakan persoalan kesehatan mental pada remaja di Indonesia perlu mendapat perhatian serius.
- Kemenkes bersama Dharma Wanita Persatuan meluncurkan buku dan pelatihan First Aider Luka Psikologis bagi kalangan remaja Indonesia.
- Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenkes Ida Gunadi Sadikin menyebut program itu merespons meningkatnya kasus kesehatan mental anak remaja.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat pencegahan gangguan kesehatan mental remaja melalui program First Aider Luka Psikologis di sekolah. Program ini mendorong teman sebaya memberi pertolongan awal bagi remaja yang mengalami masalah psikologis.
Psikolog Klinis Sulastry Pardede mengatakan persoalan kesehatan mental pada remaja di Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data, satu dari tiga remaja mengalami masalah kesehatan mental, sementara sekitar 50 persen gangguan jiwa mulai muncul sebelum usia 14 tahun.
“Satu dari tiga remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental yang perlu mendapat perhatian serius. Sekitar 50 persen gangguan jiwa mulai muncul sebelum seseorang berusia 14 tahun,” Sulastry dalam webinar First Aider Luka Psikologis di Sekolah SMP dan SMA di Jakarta, Rabu, 23 Juli 2026.
Menurutnya, masa remaja menjadi fase paling rentan menghadapi tekanan emosi, pencarian jati diri, serta pengaruh keluarga, sekolah, dan pergaulan. Generasi Z rentan mengalami stres akibat media sosial, sehingga deteksi dini penting mencegah gangguan mental berkembang lebih berat.
“Tanda depresi meliputi sedih berkepanjangan, kehilangan minat, mudah lelah, gangguan tidur, hingga muncul pikiran bunuh diri. Kenali gejala sejak dini agar penderita segera memperoleh penanganan tepat sebelum kondisi kesehatan mental semakin memburuk,” ucapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes bersama Dharma Wanita Persatuan meluncurkan buku dan pelatihan First Aider Luka Psikologis bagi kalangan remaja Indonesia. Program tersebut membekali remaja mengenali gejala awal gangguan mental serta mendukung teman sebaya sebelum mendapat bantuan profesional.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenkes Ida Gunadi Sadikin menyebut program itu merespons meningkatnya kasus kesehatan mental anak remaja. Peluncuran diharapkan memperkuat upaya pencegahan melalui deteksi dini serta pendampingan sebelum gangguan mental berkembang semakin berat.
“Program ini merupakan respons atas meningkatnya kasus kesehatan mental yang dialami anak dan remaja di Indonesia. Kami berharap langkah ini memperkuat upaya pencegahan sekaligus memperluas kepedulian terhadap kesehatan mental sejak usia dini,” kata Ida.
Ida menilai pendekatan melalui teman sebaya lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka kepada sahabat dibandingkan kepada orang tua. Karena itu, keberadaan First Aider di lingkungan sekolah diharapkan dapat mempercepat penanganan awal.
“Remaja lebih sering bercerita kepada teman. Melalui First Aider, masalah kesehatan mental diharapkan bisa dikenali dan ditangani lebih cepat,” ucap Ida.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....