IDI Catat 73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis
- 23 Jul 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mayoritas penderita diabetes di Indonesia belum terdiagnosis hingga mengalami komplikasi serius
- Rendahnya kesadaran masyarakat memeriksa kesehatan secara rutin menjadi penyebab utama peningkatan kasus diabetes setiap tahunnya nasional.
- Riwayat keluarga meningkatkan risiko diabetes, kemudian diperparah pola makan tinggi gula serta minim aktivitas fisik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat mayoritas penderita diabetes di Indonesia belum terdiagnosis hingga mengalami komplikasi serius. "Diabetes berkembang perlahan tanpa gejala khas sehingga banyak pasien baru mengetahui penyakitnya setelah muncul komplikasi,” kata Humas IDI dr. Makky Zamzami kepada PRO3 RRI, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia mengatakan, rendahnya kesadaran masyarakat memeriksa kesehatan secara rutin menjadi penyebab utama peningkatan kasus diabetes setiap tahunnya nasional. “Jumlah penderita diperkirakan terus bertambah karena masyarakat sering mengabaikan gejala awal dan terlambat melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Selain itu, riwayat keluarga meningkatkan risiko diabetes, kemudian diperparah pola makan tinggi gula serta minim aktivitas fisik. “Anak dengan kedua orang tua penyandang diabetes memiliki risiko jauh lebih besar, terutama bila menjalani gaya hidup tidak sehat,” katanya, menerangkan.
Untuk itu, ia mengingatkan gejala awal diabetes meliputi sering haus, mudah lapar, serta kerap buang air kecil berlebihan setiap hari. Bahkan, pemeriksaan gula darah berkala jauh lebih akurat dibanding pemeriksaan urine untuk mendeteksi diabetes sejak dini secara tepat.
Dia mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), membatasi konsumsi gula, serta berolahraga rutin setiap hari. Menurutnya, deteksi dini mampu mencegah komplikasi berat pada jantung, ginjal, mata, maupun organ penting lainnya sehingga kualitas hidup terjaga.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan mengintegrasikan layanan skrining retina bagi penyandang diabetes di Puskesmas sebagai upaya mencegah kebutaan akibat retinopati diabetik. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas deteksi dini komplikasi diabetes yang selama ini masih banyak tidak terdiagnosis.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, dr. Siri Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah tidak hanya berfokus mengendalikan diabetes. Namun, juga mencegah berbagai komplikasi yang timbul dari penyakit tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....