BPOM Siapkan Mekanisme Filter Produk untuk Kopdes Merah Putih

  • 16 Jul 2026 07:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang menyiapkan mekanisme filter produk yang akan masuk ke Koperasi Desa Merah Putih.
  • Proses penyaringan akan berlaku untuk produk lokal maupun produk impor, namun prioritas utama tetap diberikan kepada produk-produk dalam negeri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyiapkan mekanisme filter produk yang akan masuk Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini dilakukan untuk memastikan produk yang beredar memenuhi standar keamanan dan mutu yang berlaku.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Kopdes Merah Putih. "Tentunya termasuk filter produk-produk tersebut," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Taruna menambahkan proses penyaringan akan berlaku untuk produk lokal maupun impor yang beredar di pasaran. Namun, BPOM menegaskan prioritas utama tetap diberikan kepada produk-produk dalam negeri.

"Ada lokal, ada impor juga," ucapnya. "Namun tentunya kami akan lebih fokus pada produk-produk kita sendiri."

Taruna mengatakan beberapa sektor, khususnya produk kefarmasian, masih memiliki ketergantungan terhadap bahan baku impor. Karena itu, pengaturan lebih lanjut akan dibahas bersama pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kalau berbicara yang berhubungan dengan produk-produk kefarmasian, mayoritas bahan bakunya harus diimpor," ucapnya. "Sehingga tentu nanti akan dibicarakan, jadi tunggu apa instruksinya Bapak Presiden."

Selain melakukan penyaringan, BPOM memastikan akan memperketat pengawasan terhadap produk yang beredar di pasar. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi standar keamanan.

Taruna menegaskan pengawasan akan dilakukan melalui peningkatan edukasi, penindakan di lapangan, hingga penguatan sistem pengawasan digital. BPOM juga akan memperkuat pengawasan terhadap produk yang dipasarkan secara daring.

"Di lain sisi kita juga melakukan penindakan, meningkatkan intelligence dan cyber security untuk memantau semua yang dilakukan," ujarnya. Termasuk dalam hal ini produk yang dijual secara online.

Menurut Taruna, keberadaan filter produk bertujuan memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, berkualitas, dan sesuai ketentuan. Diharapkan langkah tersebut dapat memperkuat daya saing produk lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....